Pengumuman keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait dugaan dokumen palsu yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia kembali ditunda. CAS berencana mengumumkan putusan tersebut pada pekan depan.
Vanessa, seorang pejabat CAS, menyampaikan penundaan itu melalui surat elektronik. Panel hakim memerlukan waktu tambahan untuk bermusyawarah dan mendalami kasus ini setelah sidang pendengaran dilaksanakan.
Menurut Vanessa, tenggat waktu pasti pengumuman keputusan belum bisa dipastikan. Akan tetapi, putusan mengenai kasus yang mencoreng sepak bola Malaysia ini diperkirakan akan dirilis pada pekan depan.
"Setelah sesi pendengaran hari ini, panel akan mengambil waktu untuk bermusyawarah dan mempertimbangkan. Saya tidak dapat memberikan jangka waktu yang pasti untuk keputusan itu, namun keputusan (tanpa alasan penghakiman) diperkirakan akan dikeluarkan minggu depan," jelas Vanessa.
"Mengingat kasus ini berprofil tinggi, sebuah pernyataan media akan diterbitkan. Setelah keputusan diumumkan, penjelasan lengkap akan disiapkan dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait."
"Jika para pihak tidak meminta kerahasiaan, keputusan tersebut akan tersedia di laman resmi CAS," lanjutnya.
Sidang banding diajukan oleh Football Association of Malaysia (FAM) bersama tujuh pemain naturalisasi terkait dugaan pemalsuan dokumen. Sidang tersebut telah digelar di CAS pada Kamis (26/02/2026).
Berdasarkan daftar agenda sidang di situs resmi CAS, ketujuh pemain naturalisasi tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Kasus ini bermula ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM berupa denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,5 miliar). Masing-masing pemain didenda 2 ribu franc Swiss (sekitar Rp43,4 juta) dan larangan beraktivitas di seluruh kegiatan sepak bola selama 12 bulan.
Sempat Banding ke FIFA
FAM dan para pemain sempat mengajukan banding internal ke FIFA. Namun, pada November, Komite Banding FIFA menolak permohonan tersebut sehingga hukuman tetap berlaku.
FAM kemudian membawa perkara ini ke CAS. Pada Januari lalu, CAS memberikan angin segar dengan menangguhkan pelaksanaan sanksi larangan 12 bulan tersebut.
Keputusan sementara itu memungkinkan ketujuh pemain kembali membela klub masing-masing sembari menunggu vonis final. Publik Malaysia kini menantikan apakah hukuman itu akan dipertahankan, diringankan, atau bahkan dibatalkan.