PT Pos Indonesia meningkatkan operasional dan kolaborasi industri dengan mengerahkan 1.000 robot yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan di era modern.
Menurut Director of Business Development & Portfolio Management PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, pemanfaatan robot AI telah berlangsung sejak tiga tahun lalu dan terus bertambah di berbagai kantor cabang.
"Tahun 2023 itu pertama di Surabaya, kemudian di Jakarta Timur dan minggu ini (operasionalkan di) Jogja," ujar Prasabri di Kantor Pos Indonesia, Jakarta.
Perusahaan plat merah ini menggunakan dua jenis robot utama.
Robotic Sorting Machine
Robot ini bertugas menyortir paket dan menempatkannya pada kotak sesuai alamat pengiriman. Penggunaan robot ini mempercepat proses penyortiran hingga 2,5 kali lipat dibandingkan tenaga manusia.
Auto Labeling Robot
Robot ini bertugas menempelkan label pada setiap paket. Pekerjaan yang sebelumnya memakan banyak tenaga dan waktu dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien berkat robot ini.
"Kalau di Surabaya itu total ada 400 (robot) bisa kerja 24 jam," ucapnya.
Robot-robot tersebut juga dimanfaatkan oleh operator lain. Pos Indonesia menggunakan robot pada sesi sore hingga malam hari, sementara operator lain dapat menggunakan pada pukul 10.00 hingga 15.00.
Dampak Penggunaan Robot AI
Penggunaan robot berdampak signifikan pada efisiensi tenaga kerja. Pekerjaan berulang atau sederhana dapat digantikan oleh robot, memungkinkan alokasi sumber daya manusia ke tugas lain.
"Dampaknya terhadap efisiensi itu kerasa banget, terutama dari man power bisa menghemat sekitar 36% sehingga orang-orang itu bisa kita mutasikan ke tugas-tugas lain," jelasnya.
Selain itu, tingkat akurasi pekerjaan meningkat dengan tingkat operasional di atas 99% berkat penggunaan robot.
Investasi yang dikeluarkan Pos Indonesia untuk mengoperasikan robot AI ini di satu lokasi mencapai sekitar Rp 10 miliar.