Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan serangkaian agenda penting selama kunjungan kenegaraannya ke Jepang. Salah satu agenda utama adalah kehadirannya dalam Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, yang turut diikuti oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih serta para pelaku usaha dari Indonesia.
Dalam forum bisnis tersebut, sebanyak sepuluh kesepakatan kerja sama antarpelaku bisnis Indonesia dan Jepang berhasil dicapai. Dilansir dari Detik Finance, total nilai kesepakatan yang dibukukan mencapai US$ 22,6 miliar, atau setara dengan sekitar Rp 381,9 triliun, berdasarkan kurs Rp 16.900.
Kesepakatan-kesepakatan ini mencerminkan langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Kerjasama ini tidak hanya saling melengkapi, tetapi juga membuka berbagai peluang kolaborasi di sektor-sektor prioritas. Beberapa sektor yang menjadi fokus meliputi industri, energi, serta pengembangan teknologi.
Selain menghadiri forum bisnis, Presiden Prabowo juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito. Pertemuan kedua kepala negara berlangsung di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo. Mereka berdiskusi secara empat mata dalam suasana yang hangat dan akrab selama kurang lebih 45 menit.
Setelah pertemuan awal, agenda dilanjutkan dengan santap siang bersama, menjadikan total waktu Presiden Prabowo berada di Istana Kekaisaran mencapai dua jam. Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo dan Kaisar Naruhito membahas isu-isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Isu-isu tersebut mencakup bidang investasi, energi, hingga pelestarian lingkungan hidup.