Presiden RI Prabowo Subianto mengarahkan jajarannya untuk mempercepat tiga inisiatif energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa arahan ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026.
Arahan pertama adalah mempercepat riset dan kajian terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Langkah ini penting mengingat rencana pemerintah untuk membangun PLTS berkapasitas 100 Gigawatt (GW) di seluruh Indonesia, terutama di wilayah yang masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel.
"Jadi, itu adalah arahan Presiden, nanti Pak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang akan menjadi koordinatornya," ujar Brian, dikutip Jumat, 6 Maret 2026.
Kedua, Prabowo meminta percepatan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik. Tujuannya adalah menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi impor energi.
Menurutnya, konversi ini relevan dengan kondisi global saat ini di mana harga minyak terus naik. Jika tidak segera ditangani, hal ini akan berdampak besar pada nilai impor Indonesia.
"Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi," imbuh Brian.
Ketiga, Prabowo juga mengarahkan percepatan konversi kompor gas LPG menjadi kompor listrik. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG yang harganya fluktuatif.
"Sehingga, nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG dan beban subsidi LPG ini bisa kita kurangi," ujar Brian.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa Prabowo meminta implementasi inisiatif EBT ini dapat terealisasi dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Untuk itu, Prabowo membentuk satuan tugas (satgas) implementasi EBT.
"Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat. Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat," ujar Bahlil.