Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 5 Mei 2026, guna membahas kondisi ekonomi terkini. Pertemuan mendadak tersebut digelar bertepatan dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.400 per dolar AS.
Berdasarkan laporan dari Detik Finance, sejumlah pejabat tinggi mulai merapat ke Istana sejak pukul 15.50 WIB. Pejabat yang hadir antara lain Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua LPS Anggito Abimanyu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul hadir di lokasi pertemuan bersama dua Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dan Jura Agung. Selain anggota KSSK, jajaran menteri koordinator di bidang perekonomian, pangan, hingga infrastruktur juga turut memenuhi panggilan kepala negara.
Sebagian besar pejabat yang tiba di lingkungan Istana masih enggan memberikan keterangan rinci mengenai agenda spesifik rapat koordinasi tersebut. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, hanya memberikan respons singkat kepada awak media saat memasuki area pertemuan.
"Nanti saja ya, tunggu ya," ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, menanggapi pertanyaan wartawan mengenai langkah stabilisasi nilai tukar yang dilansir dari Detik Finance.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa seluruh anggota KSSK hadir untuk memberikan laporan kepada Presiden. Purbaya menegaskan bahwa meskipun kondisi fundamental ekonomi nasional dalam keadaan baik, perbaikan nilai tukar merupakan wewenang teknis bank sentral.
Purbaya menambahkan bahwa Gubernur Bank Indonesia nantinya akan memaparkan strategi khusus untuk memperbaiki posisi rupiah. Hingga berita ini diturunkan, pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan tersebut masih berlangsung untuk merumuskan langkah stabilisasi sektor keuangan.