Pratama Arhan Raih Gelar Sarjana Manajemen, Berencana Lanjut S2

Bek sayap Timnas Indonesia, Pratama Arhan, berhasil meraih gelar Sarjana Manajemen dari Udinus Semarang dan berencana melanjutkan studi ke jenjang S2.

Pratama Arhan, bek sayap andalan Timnas Indonesia, menunjukkan ketangguhan tidak hanya di lapangan hijau tetapi juga dalam bidang akademik. Pemain yang kini memperkuat Bangkok United di Liga Thailand itu secara resmi telah mendapatkan gelar Sarjana Manajemen (S.M.) dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Pencapaian akademis Arhan ini sangat istimewa mengingat padatnya jadwal kompetisi sepak bola dan agenda bersama Tim Nasional Indonesia. Ia berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu, sebuah bukti komitmennya terhadap pendidikan.

Arhan memulai perjalanan studinya di Udinus pada tahun 2020 setelah menerima beasiswa prestasi. Selama empat tahun, ia harus piawai dalam mengelola waktu antara latihan fisik yang intensif, pertandingan di berbagai negara, dan tugas-tugas perkuliahan.

Dukungan dari sistem pembelajaran digital Udinus memungkinkan Arhan untuk tetap mengikuti materi perkuliahan, bahkan saat ia berada di Jepang atau Korea Selatan. Kegigihan Arhan berbuah manis dengan perolehan ijazah berbasis teknologi Blockchain, sebuah inovasi keamanan data pendidikan yang pertama kali diterapkan oleh Udinus bagi para lulusannya.

Ambisi Melanjutkan ke Jenjang Magister

Tidak berpuas diri dengan gelar sarjana, Pratama Arhan mengungkapkan niatnya untuk segera melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2). Keputusan ini diambil sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk masa depannya, terutama setelah pensiun dari karier profesional di dunia sepak bola.

Langkah Arhan ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak keluarga serta jajaran rektorat Udinus. Pihak universitas menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi para atlet berprestasi.

Keberhasilan Pratama Arhan meraih gelar Sarjana Manajemen di tengah puncak karier sepak bola internasionalnya menjadi contoh nyata. Ini menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang bagi individu dengan tekad kuat. Arhan tidak hanya memberikan kebanggaan bagi Indonesia melalui kemampuannya di lapangan, tetapi juga melalui kedisiplinan dalam pendidikan.

Niat Arhan untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 juga menjadi pesan penting bagi para atlet muda di Indonesia. Bahwa prestasi di bidang olahraga perlu diimbangi dengan investasi masa depan melalui pendidikan yang berkelanjutan.

Recommended