Voyager Technologies Prediksi Manusia Mukim di Bulan pada 2030

CEO Voyager Technologies Dylan Taylor memprediksi koloni manusia akan mulai tinggal dan bekerja secara permanen di Bulan pada awal dekade 2030-an.

Chairman dan CEO Voyager Technologies, Dylan Taylor, memprediksi manusia akan mulai menempati dan bekerja di Bulan secara permanen pada dekade mendatang, tepatnya pada awal 2030-an. Pernyataan tersebut disampaikan Taylor saat memberikan pemaparan dalam sebuah acara di Singapura pada Sabtu (2/5/2026).

Pembangunan pangkalan di Bulan diperkirakan mulai terealisasi pada akhir tahun 2020-an dengan penggunaan infrastruktur awal berupa habitat tiup atau inflatable. Fasilitas tersebut rencananya akan dilengkapi dengan sistem penyokong kehidupan mandiri untuk mendukung aktivitas manusia di sana.

"Memasuki era 2030-an, seperti tahun 2032 atau 2033, Anda akan bisa duduk di teras rumah di utara New York sambil menatap Bulan dan akan terlihat cahaya lampu di sana, karena sudah ada manusia yang tinggal dan bekerja di bulan," kata Dylan Taylor, dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan CNBC.

Prediksi ini diperkuat oleh laporan Deutsche Bank pada Februari lalu yang mencatat potensi pertumbuhan ekonomi Bulan akan segera melonjak secara signifikan. Sejumlah perusahaan teknologi besar mulai mengalihkan fokus mereka untuk mengeksplorasi satelit alami Bumi tersebut.

Perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan memiliki rencana untuk membangun kota mandiri di Bulan dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun. Sementara itu, Blue Origin telah menghentikan sementara layanan wisata antariksa sejak Januari lalu demi memprioritaskan kehadiran permanen yang berkelanjutan di Bulan.

Sektor antariksa juga mendapatkan dorongan besar dari peningkatan anggaran pemerintah Amerika Serikat. Presiden Donald Trump telah meminta Kongres untuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi USD 1,5 triliun, di mana Angkatan Antariksa AS mengajukan permohonan dana sekitar USD 300 miliar.

Voyager Technologies sendiri telah melantai di bursa saham sejak tahun lalu dan kini tengah menggarap proyek Starlab. Proyek stasiun ruang angkasa tersebut dirancang untuk menggantikan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang dijadwalkan akan pensiun pada tahun 2030.

Investasi di wilayah Orbit Bumi Rendah atau Low Earth Orbit (LEO) juga menunjukkan tren positif dengan nilai lebih dari USD 45 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut mengalami kenaikan tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya menyentuh angka USD 25 miliar.

Selain hunian manusia, Taylor menargetkan pengoperasian pusat data (data center) di luar angkasa dalam lima tahun ke depan. Meskipun optimistis, ia mengakui masih adanya kendala teknis yang harus diselesaikan, terutama terkait sistem pelepasan panas di ruang hampa udara.

Recommended