Sebanyak 178.981 peserta berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) akademik dan vokasi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 10 program studi (prodi) dengan tingkat keketatan yang sangat tinggi, menunjukkan persaingan yang ketat di beberapa bidang ilmu, sebagaimana dilansir dari Medcom.
Prodi dari rumpun kesehatan, komunikasi, media, dan teknik menjadi tujuan utama calon mahasiswa pada jalur SNBP 2026. Tingkat persaingan untuk prodi-prodi ini menunjukkan persentase keketatan di bawah dua persen.
Kondisi ini merefleksikan seleksi yang sangat kompetitif. Bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), data prodi dengan keketatan tertinggi di SNBP 2026 ini dapat menjadi acuan penting dalam menyusun strategi agar peluang diterima di PTN lebih besar.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menempati posisi kedua secara nasional sebagai kampus terfavorit di SNBP 2026, dengan total 53.237 pendaftar. Rektor Unesa, Nurhasan, atau akrab disapa Cak Hasan, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di Unesa.
Strategi komunikasi dan sosialisasi yang masif, termasuk kunjungan ke berbagai sekolah, juga berkontribusi pada lonjakan minat ini. Selain itu, kehadiran dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat melalui program pengabdian turut memperkuat posisi Unesa.
Dua program studi dari Unesa, yaitu S-1 Keperawatan dan S-1 Fisioterapi, masuk dalam daftar prodi terketat secara nasional. S-1 Keperawatan mencatatkan 1.693 pendaftar yang bersaing untuk 10 kursi, sementara S-1 Fisioterapi diminati oleh 1.010 peserta untuk 12 kursi.
Menurut Cak Hasan, tingginya antusiasme pendaftar ini memotivasi Unesa untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Setiap pendaftar merupakan amanah yang harus dijawab dengan layanan pendidikan berkualitas.
Berikut adalah 10 prodi dengan keketatan tertinggi di SNBP 2026, berdasarkan informasi yang dikutip dari laman upnvj.ac.id:
| No. | Program Studi | Universitas | Pendaftar | Diterima | Keketatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Keperawatan | Universitas Negeri Surabaya | 1.693 | 10 | 0,59 % |
| 2. | Keperawatan | Universitas Negeri Malang | 1.252 | 11 | 0,88 % |
| 3. | Ilmu Komunikasi | Universitas Negeri Jakarta | 1.806 | 16 | 0,89 % |
| 4. | Kajian Film, Televisi, dan Media | UPN “Veteran” Jakarta | 831 | 8 | 0,96 % |
| 5. | Gizi | Universitas Lampung | 917 | 10 | 1,09 % |
| 6. | Ilmu Komunikasi | Universitas Negeri Semarang | 2.433 | 27 | 1,11 % |
| 7. | Farmasi | UPN “Veteran” Jakarta | 1.071 | 12 | 1,12 % |
| 8. | Fisioterapi | Universitas Negeri Surabaya | 1.010 | 12 | 1,19 % |
| 9. | Kedokteran | Universitas Negeri Semarang | 664 | 8 | 1,20 % |
| 10. | Teknik Pertambangan | Universitas Sumatera Utara | 1.227 | 15 | 1,22 % |
UPN “Veteran” Jakarta berhasil menempatkan dua program studinya dalam daftar ini, yaitu Kajian Film, Televisi, dan Media serta Farmasi. Keberadaan prodi Kajian Film, Televisi, dan Media menunjukkan bahwa inovasi akademik yang sejalan dengan perkembangan zaman mendapat respons positif dari masyarakat.
Sementara itu, prodi Farmasi secara konsisten mempertahankan daya tariknya dan tetap diminati banyak calon mahasiswa. Prestasi kedua prodi UPNVJ ini mengindikasikan penguatan mutu akademik yang berlangsung di berbagai bidang secara paralel.
Rektor UPNVJ, Anter Venus, menggarisbawahi pentingnya pengembangan program studi yang relevan, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Penguatan kurikulum, dukungan dari dosen yang kompeten, serta pembaruan fasilitas pembelajaran menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap UPNVJ. Hasil SNBP 2026 ini juga menegaskan bahwa UPNVJ kini semakin diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi di tingkat nasional.