Empat program studi di Universitas Indonesia (UI) berhasil menembus jajaran 100 besar dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 yang diumumkan pada Selasa, 5 Mei 2026. Capaian ini memperkuat posisi UI sebagai perguruan tinggi nasional dengan reputasi global yang stabil.
Dilansir dari Medcom, empat program studi yang masuk dalam daftar prestisius tersebut meliputi Hukum, Antropologi, Kedokteran Gigi, serta Perpustakaan dan Informasi Manajemen. Mayoritas dari pencapaian tersebut didominasi oleh bidang sosial humaniora.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menjelaskan bahwa kehadiran tiga program studi sosial humaniora dalam daftar tersebut membuktikan bidang ini terus berkembang di tengah penguatan sains dan teknologi. Ia menekankan bahwa kompetensi lulusan bidang tersebut tetap krusial di dunia kerja.
"Prestasi ini tentunya tidak lepas dari kerja keras dan dukungan seluruh sivitas akademika UI. Semoga capaian ini menjadi fondasi yang semakin mengukuhkan Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi yang unggul, impactful, dan berkelas dunia," tulis akun media sosial resmi UI yang dikutip pada Selasa, 5 Mei 2026.
Menanggapi isu relevansi kurikulum, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pemerintah mendorong pembaruan program studi secara berkala. Hal ini bertujuan agar pengajaran di kampus tetap selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Brian membantah rencana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan oleh publik. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan tren teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk menciptakan pasar industri baru.
Peningkatan kualitas dan penyesuaian kurikulum disebut sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement. Brian mencontohkan negara maju sering melakukan pembaruan materi pendidikan setiap dua hingga empat tahun sekali demi menjaga kompetensi lulusan.