PT SMI Terbitkan ORIS untuk Infrastruktur Berkelanjutan

PT SMI menerbitkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) untuk membiayai proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026. Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, penerbitan ORIS ini diharapkan dapat meningkatkan peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Proyek-proyek yang didanai meliputi jalan, jembatan, rumah sakit, serta penyediaan air minum dan ketenagalistrikan.

"Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan," ujar Reynaldi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3/2026).

PT SMI tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek fisik, tetapi juga pada nilai tambah bagi masyarakat, yang tercermin dari multiplier ekonomi yang dihasilkan. Nilai proyek yang telah dibiayai PT SMI mencapai Rp 1.183 triliun, mencakup 192 proyek PSN. Efek multiplier yang dihasilkan diperkirakan mencapai 8,9 kali, mendukung 5 dari 8 visi asta cita pemerintah.

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti, menjelaskan bahwa ORIS diterbitkan dengan dua pilihan tenor: 1 tahun dengan kupon 5,60% dan 3 tahun dengan kupon 6,05%. Nilai minimum pemesanan adalah Rp 5 juta, berlaku kelipatan Rp 1 juta.

Penetapan kupon telah dilakukan pada 6 Maret 2026. Masa penawaran atau bookbuilding berlangsung dari 9 Maret hingga 9 April 2026. Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 10 April 2026, dan proses settlement atau penerbitan obligasi akan dilakukan pada 6 Mei 2026.

Nilai obligasi yang diterbitkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 300 miliar. Peringkat instrumen ini adalah idAAA oleh Pefindo, peringkat tertinggi yang diberikan kepada korporasi di Indonesia.

Pembayaran kupon pertama dijadwalkan pada 6 Juni 2026, yang juga merupakan akhir masa minimum holding period bagi investor. ORIS dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah periode ini.

Obligasi ini menawarkan dua pilihan tenor. Tenor pertama berdurasi 370 hari dengan jatuh tempo pada 16 Mei 2027, sementara tenor kedua berdurasi tiga tahun dengan jatuh tempo pada 6 Mei 2029.

Recommended