Pengembang gim PUBG Mobile secara resmi menghapus item baru bernama "Hand of the Almighty" dan menyampaikan permohonan maaf kepada komunitas pemain Muslim pada Selasa, 12 Mei 2026. Langkah tersebut diambil setelah munculnya gelombang kritik yang menilai penamaan item dalam pembaruan versi 4.4 bertajuk Hero’s Crown tersebut menyinggung nilai-nilai religius.
Dilansir dari Medcom, kontroversi ini bermula dari fitur Card Collection System yang memperkenalkan kartu "Hand of the Almighty" kepada para pemain global. Masalah muncul ketika istilah tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada server Timur Tengah menjadi "Yad Al-Jabbar" atau "Al-Jabbar".
Istilah Al-Jabbar merupakan salah satu dari Asmaulhusna atau nama-nama Allah dalam ajaran Islam yang memiliki arti Yang Maha Kuasa. Penggunaan nama religius yang dianggap suci ke dalam konteks item permainan perang memicu protes keras dari pemain di berbagai negara, termasuk Indonesia, Arab Saudi, Pakistan, dan Filipina.
Menanggapi polemik yang meluas di media sosial dan forum komunitas, pihak pengembang langsung mencabut item tersebut dari sistem permainan. Manajemen menyatakan penyesalan atas keresahan yang timbul akibat kurangnya sensitivitas dalam penamaan konten baru tersebut.
"PUBG MOBILE ingin menanggapi kekhawatiran terkait nama sebuah item yang baru ditambahkan ke dalam game. Kami sangat meminta maaf kepada para pemain dan menghargai masukan yang diberikan komunitas," tulis pihak PUBG Mobile dalam pernyataan resminya melalui akun media sosial.
Pihak pengembang menegaskan komitmen mereka untuk tetap menghormati tradisi, nilai, dan praktik kepercayaan seluruh pemain dari latar belakang yang berbeda. Perusahaan berjanji akan memperketat proses evaluasi konten agar lingkungan permainan tetap inklusif dan aman bagi semua pihak.
Meskipun sebagian pemain berpendapat bahwa kata "Almighty" dalam bahasa Inggris bersifat umum, PUBG Mobile memilih untuk segera bertindak demi menjaga stabilitas komunitas. Kejadian ini menambah daftar panjang evaluasi sensitivitas budaya bagi pengembang, setelah sebelumnya pernah mengalami kritik serupa pada mode Mysterious Jungle di tahun 2020.