Regulasi F1 2026 Diperkirakan Menguntungkan Empat Pembalap

Perubahan regulasi F1 2026, termasuk penghapusan DRS dan perubahan dimensi mobil, diperkirakan menguntungkan Verstappen, Hamilton, Leclerc, dan Alonso.

Perubahan regulasi besar akan mewarnai Formula 1 musim 2026. Beberapa pembalap top dunia diperkirakan akan mendapat keuntungan dari regulasi baru ini.

Perhatian tertuju pada dampak aturan baru yang disebut-sebut paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan dibukanya kalender balap tahun ini oleh GP Australia.

Salah satu perubahan utama adalah penghapusan sistem Drag Reduction System (DRS) yang akan digantikan dengan overtake mode. Federasi otomotif dunia (FIA) memprediksi sistem baru ini akan meningkatkan kesempatan aksi salip menyalip.

FIA menjelaskan bahwa peluang menyalip akan meningkat karena pengerahan energi mobil terdepan akan mulai menurun setelah 290 km/jam, sementara mobil di belakang dapat menggunakan override hingga penuh 350 kW sampai 337 km/jam.

Mode overtake dapat diaktifkan ketika seorang pembalap berada dalam jarak satu detik dari mobil di depannya. Fitur ini memungkinkan tambahan energi listrik digunakan sehingga menghasilkan kecepatan lebih tinggi untuk membantu proses menyalip.

Pembalap yang Diuntungkan

Perubahan dimensi mobil juga akan terjadi. Sasis kini dibuat lebih kecil dan lebih ringan, dengan batas berat minimum yang lebih rendah dibanding musim-musim sebelumnya. Panjang dan lebar mobil pun dipangkas.

Secara teori, perubahan ini akan menguntungkan pembalap yang memiliki kemampuan menyalip lebih baik. Dari deretan nama di grid saat ini, Max Verstappen dari Red Bull, duo Ferrari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, serta veteran Aston Martin, Fernando Alonso, kerap dianggap sebagai yang paling piawai dalam urusan mendahului lawan.

Dampak Perubahan Bobot dan Lebar Mobil

Duncan Walker, Profesor Aerodinamika Terapan di Loughborough University, memaparkan bagaimana perubahan bobot dan lebar mobil bisa memengaruhi performa pembalap. "Mobil yang lebih kecil berarti ruang di lintasan untuk menyalip akan lebih besar," ujarnya.

Walker menambahkan, keterampilan pembalap memainkan peran lebih besar dibanding sekadar performa mobil. Pembalap mungkin harus mempelajari kembali cara bertahan di racing line.

Pembalap juga perlu menyadari bagaimana menyeimbangkan tenaga mesin, menyimpan dorongan listrik untuk menyalip, serta memutar mesin saat pengereman atau menikung untuk memulihkan tenaga listrik. Tidak ada regenerative braking tahun ini, jadi pembalap harus mempelajari cara baru mengelola daya listrik, terutama karena kini pembagiannya 50:50 dengan mesin pembakaran internal," ulasnya.

Walker juga menjelaskan bahwa mode overtake penuh hanya dapat digunakan hingga kecepatan 337 km/jam, sebelum dayanya berkurang hingga tidak ada tambahan tenaga pada 355 km/jam.

"Tidak ada durasi tetap untuk boost, semuanya tergantung bagaimana pembalap mengelola baterai mereka. Jadi, kita bisa melihat berbagai skenario di mana satu pembalap memiliki tenaga tambahan karena mengelola energinya lebih baik. Kita bisa melihat lebih banyak aksi wheel-to-wheel di trek lurus, seperti drag race di era lampau," katanya.

Active Aero dan Dampaknya

Musim ini juga akan menghadirkan active aero. Mobil akan menyesuaikan sayap depan dan belakang tergantung karakter sirkuit.

Flap berada dalam posisi tertutup secara default untuk menjaga downforce saat menikung, lalu terbuka di trek lurus guna mengurangi hambatan udara dan meningkatkan kecepatan puncak.

Walker menilai perubahan ini tidak akan berdampak besar secara langsung pada pembalap. "Pembalap harus mempelajari batasannya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa mode boost kemungkinan besar akan dimaksimalkan di trek lurus.

Dengan regulasi baru, ketidakpastian tentu tak terhindarkan. Sesi latihan Grand Prix Australia akan dimulai pada Kamis (5-3-2026), menandai babak baru era Formula 1 dengan wajah yang berbeda.

Recommended