Respons Pemerintah Soal Harga Minyak Dunia Naik

Pemerintah berhati-hati dalam merespons kenaikan harga minyak dunia, menunggu kepastian tren sebelum mengubah struktur APBN.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kehati-hatian pemerintah dalam merespons fluktuasi harga minyak dunia, meskipun banyak pihak mendesak antisipasi terhadap kenaikan harga yang melampaui US$ 110 per barel.

Pemerintah, kata Purbaya, ingin memastikan pergerakan harga minyak dunia dalam beberapa waktu mendatang sebelum mengambil tindakan. Antisipasi akan dilakukan jika harga terus meningkat selama sebulan.

"Jadi kita harus pastikan. Betul nggak naik, betul nggak turun. Ketika berapa minggu naik, ya udah kita bisa antisipasi naik. Kalau ini kan naik, tiba-tiba turun lagi. Kalau kita antisipasi naik tahu-tahu turun, kan kita mesti ubah lagi. Repot kan?" sebut Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Menurut Purbaya, perubahan APBN memerlukan pertimbangan matang dan tidak bisa disamakan dengan respons investor di pasar modal yang cepat menjual dan membeli saham.

Purbaya menambahkan, respons APBN memerlukan kehati-hatian lebih dibandingkan dengan pergerakan saham. Ia menegaskan, pengelolaan anggaran tidak bisa berubah-ubah setiap hari dan evaluasi selama sebulan dinilai cukup untuk memantau pergerakan harga minyak dunia.

Saat ini, harga minyak dunia sempat naik tinggi, namun kemudian turun ke level US$ 90 per barel. Purbaya menjelaskan, pemerintah akan terus memantau arah pergerakan harga sebelum mengambil langkah antisipasi.

"Cukup lah. Sekarang aja berubah-ubah kan? Kemarin berapa US$ 100, US$ 120, sekarang ini US$ 90, kalau nanti ternyata turun lagi gimana, kan berubah-ubah terus. Kita nanti tebak path arahnya seperti apa, kalau udah pasti kita antisipasi," pungkas Purbaya.

Recommended