Review Dark Ties: Eksplorasi Ambisi Yoshitaka Mine

Dark Ties hadirkan perspektif baru Yoshitaka Mine, antagonis kompleks di seri Like a Dragon. Simak review lengkapnya!

Dark Ties, prekuel mandiri dari seri Like a Dragon, mengajak pemain menyelami kompleksitas Yoshitaka Mine, salah satu antagonisnya. Bagi penggemar setia, konten ini wajib dimainkan karena menawarkan perspektif unik tentang nasib Mine.

Yakuza 3, sejak rilis perdananya di tahun 2009, dikenal karena mekanik pertarungannya yang kurang luwes. Namun, kehadiran Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties pada Februari 2026 membawa perubahan positif.

Jika Kiwami 3 memodernisasi kisah Kazuma Kiryu di Okinawa, Dark Ties hadir sebagai daya tarik utama, khususnya bagi para veteran seri ini. Pemain akan berperan sebagai Yoshitaka Mine, antagonis kompleks.

Berlatar di Kamurocho tahun 2007, dua tahun sebelum peristiwa Yakuza Kiwami 3, pemain akan melihat Yoshitaka Mine sebagai CEO startup yang terpuruk karena pengkhianatan. Kisah ini mengeksplorasi kehampaan emosional Mine, pria yang memiliki segalanya secara materi tetapi minim hubungan manusiawi.

Titik balik terjadi ketika Mine terobsesi pada kesetiaan ekstrem anggota klan Tojo yang rela berkorban demi Daigo Dojima. Ia pun terjun ke dunia kriminal dengan bersekutu bersama Tsuyoshi Kanda dari Keluarga Nishikiyama. Walau singkat (3-6 jam), penulisan karakternya sangat kuat, menambah dimensi baru pada motivasi Mine.

Dari sisi gameplay, Mine berbeda dari Kiryu. Jika Kiryu mengandalkan kekuatan dan senjata tradisional Ryukyu, Mine adalah petarung boxer dan MMA yang lincah. Gerakannya fokus pada kecepatan, quickstep, dan serangan balik presisi.

Fitur unggulan adalah Dark Awakening. Dengan mengumpulkan Shackled Hearts selama pertarungan, pemain bisa mengaktifkan mode amuk yang mengubah Mine menjadi mesin pembunuh. Saat aktif dengan tombol R2, Mine menyerang brutal, menyeret wajah musuh ke aspal dengan efek visual dramatis.

Mode Survival Hell juga menjadi nilai tambah. Ryu Ga Gotoku Studio bereksperimen dengan genre roguelike, di mana pemain menjelajahi arena bawah tanah acak yang penuh jebakan dan musuh kuat.

Pemain dapat merekrut tentara bayaran unik, seperti The Cremationist (serangan api luas) atau The Shinobi (peluang item langka). Sistem high-risk high-reward sangat terasa; kematian berarti kehilangan semua progres dan jarahan. Mode ini menawarkan replayability tinggi, melebihi Majima Saga di Kiwami 2.

Namun, Dark Ties tidak sempurna. Fitur Kanda Damage Control memaksa Mine melakukan perbuatan baik demi citra Tsuyoshi Kanda. Masalahnya, Kanda digambarkan sebagai predator seksual. Memaksa pemain merehabilitasi karakter tanpa moral terasa menjijikkan.

Secara visual, model karakter Mine dan Daigo sangat detail, dengan ekspresi wajah yang mendalam. Meski begitu, filter biru pekat pada lingkungan Kamurocho terkadang menyembunyikan detail kota.

Dark Ties adalah eksperimen menarik meski ada kekurangannya. Ia menawarkan pertarungan MMA memuaskan dan mode roguelike adiktif, tetapi juga beban moral melalui tindakan kriminal yang melintasi batas etika.

Recommended