Memasuki pertengahan bulan, tren mobilitas masyarakat terpantau tetap tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan jauh atau sekadar mengisi tangki kendaraan di akhir pekan ini, sangat penting untuk memantau pergerakan harga bahan bakar di SPBU. Pasalnya, PT Pertamina (Persero) telah memberlakukan penyesuaian harga terbaru yang berdampak pada pengeluaran harian Anda, terutama bagi pengguna BBM nonsubsidi yang mengalami fluktuasi harga cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Penyesuaian yang berlaku efektif sejak awal Februari ini menjadi angin segar bagi para pemilik kendaraan pribadi. Penurunan harga terjadi pada hampir seluruh lini produk JBU (Jenis Bahan Bakar Umum), mulai dari Pertamax, Pertamax Turbo, hingga varian diesel ramah lingkungan seperti Pertamina Dex. Penurunan ini dipicu oleh evaluasi berkala yang dilakukan perseroan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah, sehingga harga di tingkat pengecer bisa menjadi lebih kompetitif bagi konsumen domestik.
Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan, pemerintah tetap mempertahankan harga untuk jenis BBM tertentu yang disubsidi dan diberikan kompensasi. Hal ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Berikut adalah rangkuman detail mengenai landasan kebijakan, alasan di balik perubahan harga, serta tabel lengkap harga BBM Pertamina hari ini 15 Februari 2026 yang dirangkum untuk memudahkan rencana perjalanan Anda.
Landasan Regulasi Penyesuaian Harga BBM 2026
Langkah Pertamina dalam mengubah label harga di papan SPBU bukanlah tanpa alasan hukum yang kuat. Kebijakan ini merupakan implementasi dari Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi ini merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur tentang Formula Harga Dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum, baik jenis bensin maupun minyak solar yang disalurkan melalui SPBU.
Secara teknis, harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif mengikuti mekanisme pasar, namun tetap dalam pengawasan pemerintah agar tidak melampaui batas atas yang ditetapkan. Penyesuaian ini dilakukan setiap bulan untuk memastikan bahwa harga yang dibayar oleh konsumen adalah harga yang paling adil sesuai dengan kondisi pasar energi internasional saat ini.
Daftar Produk yang Mengalami Penurunan Harga
Sebagaimana dikutip dari rctiplus.com, terdapat penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa jenis produk unggulan Pertamina. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini dibanderol Rp11.800 per liter, turun dari harga sebelumnya Rp12.350 per liter. Penurunan ini diharapkan dapat mendorong pengguna Pertalite untuk beralih ke BBM dengan oktan lebih tinggi yang lebih baik bagi kesehatan mesin kendaraan.
Berikut adalah daftar penurunan harga untuk wilayah Jawa dan Bali:
-
Pertamax: Turun menjadi Rp11.800 (sebelumnya Rp12.350).
-
Pertamax Turbo: Menjadi Rp12.700 (sebelumnya Rp13.400).
-
Pertamax Green 95: Menjadi Rp12.450 (sebelumnya Rp13.150).
-
Dexlite: Menjadi Rp13.250 (sebelumnya Rp13.500).
-
Pertamina Dex: Menjadi Rp13.500 (sebelumnya Rp13.600).
Status BBM Subsidi: Pertalite dan Solar
Berbeda dengan jenis nonsubsidi, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar dilaporkan tidak mengalami perubahan. Pemerintah masih mematok harga Pertalite di angka Rp10.000 per liter dan Solar subsidi di harga Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan biaya transportasi logistik yang sangat bergantung pada kedua jenis BBM tersebut.
Tabel Lengkap Harga BBM Pertamina Seluruh Indonesia
Perlu diketahui bahwa harga BBM nonsubsidi bisa berbeda-beda di setiap provinsi karena adanya pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Berikut adalah tabel lengkap harga BBM Pertamina per 15 Februari 2026:
| Wilayah | Pertalite | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex | Solar |
| DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim | Rp10.000 | Rp11.800 | Rp12.700 | Rp13.250 | Rp13.500 | Rp6.800 |
| Aceh, Sumatera Utara | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | Rp13.800 | Rp6.800 |
| Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau | Rp10.000 | Rp12.400 | Rp13.250 | Rp13.850 | Rp14.100 | Rp6.800 |
| Bengkulu, Sumsel, Jambi, Bangka Belitung, Lampung | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | Rp13.800 | Rp6.800 |
| Bali, Nusa Tenggara Barat | Rp10.000 | Rp11.800 | Rp12.700 | Rp13.250 | Rp13.500 | Rp6.800 |
| Nusa Tenggara Timur | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | Rp13.800 | Rp6.800 |
| Kalimantan Barat, Tengah, Timur | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | Rp13.800 | Rp6.800 |
| Kalimantan Selatan, Utara | Rp10.000 | Rp12.400 | Rp13.250 | Rp13.850 | Rp14.100 | Rp6.800 |
| Seluruh Wilayah Sulawesi | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | Rp13.800 | Rp6.800 |
| Maluku & Maluku Utara | Rp10.000 | Rp12.100 | – | Rp13.550 | – | Rp6.800 |
| Papua | Rp10.000 | Rp12.100 | Rp13.000 | Rp13.550 | – | Rp6.800 |
| FTZ Batam | Rp10.000 | Rp11.300 | Rp12.050 | Rp12.550 | Rp12.800 | Rp6.800 |
| FTZ Sabang | Rp10.000 | Rp11.100 | – | Rp12.350 | – | Rp6.800 |
Dikutip dari rctiplus.com, pemantauan harga secara berkala sangat disarankan terutama bagi pelaku usaha transportasi dan logistik untuk melakukan kalkulasi biaya operasional yang akurat.