Roblox Kembali Disorot Usai Video Tak Senonoh Viral

Video adegan tak pantas antar avatar di Roblox viral, memicu kekhawatiran orang tua dan sorotan terhadap sistem moderasi platform.

Platform game online Roblox kembali menjadi perbincangan hangat setelah video yang menampilkan adegan tidak pantas antar-avatar tersebar luas di media sosial. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan mempertanyakan efektivitas sistem moderasi platform.

Video berdurasi sekitar 55 detik tersebut memperlihatkan tiga karakter Roblox melakukan gerakan yang mengarah pada aktivitas seksual di dunia virtual buatan pengguna. Akun @PoppPulse pertama kali mengunggah video ini ke platform X pada 5 Maret 2026, menyoroti bagaimana Roblox, yang populer di kalangan anak-anak, kembali menuai kritik.

Hingga Sabtu (8/3/2026) pagi, video tersebut telah ditonton lebih dari 2,6 juta kali dan memicu ribuan komentar. Banyak warganet yang terkejut dengan munculnya konten semacam itu di platform yang seharusnya aman bagi anak-anak. Salah satu pengguna menulis, "Game buat anak kecil kok bisa ada konten seperti ini?" Pengguna lain mengungkapkan kekecewaan karena Roblox dinilai gagal menjaga lingkungan bermain yang aman.

Kekhawatiran juga datang dari para orang tua yang mengaku baru mengetahui adanya konten semacam itu setelah video viral. Seorang pengguna yang mengaku sebagai orang tua menulis, "Anak saya main Roblox hampir setiap hari. Setelah lihat video ini saya jadi khawatir."

Pemain lama Roblox mengungkapkan bahwa fenomena seperti ini bukan hal baru. Mereka menyebut adanya server privat atau game tertentu yang dikenal sebagai "condo games", tempat sebagian pemain melakukan roleplay yang mengarah pada konten dewasa.

Roblox mengandalkan user-generated content, di mana pengguna dapat membuat game, dunia virtual, dan pengalaman interaktif. Model ini memungkinkan kreativitas tanpa batas, tetapi juga menghadirkan tantangan besar dalam moderasi konten.

Perusahaan sebenarnya telah melarang konten seksual dalam Community Standards mereka. Pada Agustus 2025, Roblox memperbarui kebijakan dengan aturan yang lebih ketat, termasuk:

  • Melarang segala bentuk konten yang mengimplikasikan aktivitas seksual
  • Membatasi akses ke pengalaman "social hangout" bagi pengguna di bawah 17 tahun
  • Mendorong penggunaan age verification untuk fitur tertentu

Namun, kasus viral ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas sistem moderasi Roblox. Sebelumnya, Roblox mengklaim menggunakan AI moderasi otomatis dan tim moderator manusia untuk mendeteksi konten yang melanggar aturan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan fitur parental control agar orang tua bisa mengatur aktivitas anak di platform.

Kontroversi ini menambah daftar kritik terhadap Roblox dalam beberapa tahun terakhir. Platform ini sebelumnya menghadapi tuduhan terkait keamanan pengguna muda. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat dilaporkan mengajukan gugatan terkait dugaan risiko grooming dan eksploitasi anak di platform tersebut. Regulator keamanan digital di Australia juga pernah menegur Roblox karena paparan konten eksplisit yang berpotensi diakses pengguna muda.

Hingga artikel ini ditulis, Roblox belum memberikan tanggapan resmi terkait video viral tersebut.

Recommended