Platform permainan global Roblox resmi menonaktifkan fitur percakapan atau chat bagi pengguna di bawah usia 16 tahun di Indonesia mulai Kamis (30/4/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dalam Sistem Elektronik atau PP Tunas.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan setelah melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Roblox, Nicky Jackson Colaco. Dilansir dari Medcom, penyesuaian ini menargetkan pengamanan interaksi digital bagi jutaan pengguna muda di tanah air.
Kemenkomdigi sebelumnya telah menetapkan Roblox sebagai platform digital kategori risiko tinggi karena potensi paparan konten sensitif. Risiko tersebut mencakup ancaman perundungan, pornografi, hingga konten kekerasan yang dapat diakses oleh anak-anak tanpa pengawasan ketat.
Pemerintah mencatat terdapat sekitar 23 juta pengguna anak di bawah usia 16 tahun dari total 45 juta pengguna Roblox di Indonesia. Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, Roblox mewajibkan seluruh pengguna melakukan verifikasi usia melalui teknologi pengenalan wajah atau face recognition.
"Roblox sudah memulai untuk melakukan age verification atau verifikasi usia terhadap seluruh pengguna. Pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia yang disampaikan oleh mereka, estimasinya ada 23 juta anak," ujar Menkomdigi Meutya Hafid dalam konferensi pers di Jakarta.
Apabila pengguna tidak melakukan proses verifikasi wajah, sistem secara otomatis akan membatasi atau mematikan fitur-fitur tertentu. Pembatasan utama difokuskan pada fitur komunikasi yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing yang tidak dikenal di dalam platform.
Kebijakan pengetatan ini juga didasari oleh temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai risiko penyalahgunaan fitur chat. BNPT mengidentifikasi adanya celah radikalisasi melalui komunikasi digital antara pihak asing dengan pengguna anak-anak.
Selain pemblokiran fitur chat, Roblox kini memperkenalkan fitur durasi layar atau screen time untuk memperkuat pengawasan mandiri. Fasilitas ini memberikan akses bagi orang tua untuk mengatur dan membatasi lama waktu bermain anak setiap harinya melalui kontrol aplikasi.