Delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) hadir di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Fasilitas ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat belajar para siswa.
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, menyampaikan bahwa RKD memungkinkan kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan teratur, baik bagi siswa maupun guru. Sebelumnya, proses pembelajaran terhambat karena ruang belajar yang terdampak bencana.
"Kami sangat bersyukur atas hadirnya delapan RKD yang memungkinkan murid kembali belajar dengan lebih fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak menjadi faktor penting agar proses pendidikan dapat berjalan optimal dan membangkitkan semangat belajar murid," ujar Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Maret 2026.
Faisal juga berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga sekolah serta menjadi langkah awal pemulihan dan peningkatan sarana pendidikan. Ia juga berharap kualitas pembelajaran semakin baik dan membawa semangat baru.
Farah Salsabila, siswi SMK Negeri 1 Peusangan, menyambut baik kehadiran RKD. "Hadirnya RKD ini menjadi semangat baru kami untuk terus belajar. Semoga bukan hanya hadirnya RKD, namun juga semua fasilitas seperti laboratorium, komputer, dan fasilitas lainnya juga bisa dapatkan kembali," ujar Farah.
Mauli Dina, siswi lainnya, menilai RKD menjadi motivasi baru untuk terus bangkit dan belajar di tengah pemulihan pascabencana. “Terima kasih kepada Menteri Mu’ti yang telah hadir ke sekolah kami dan melihat situasi sekolah. Semoga RKD ini dapat bermanfaat dan pembangunan revitalisasi sekolah kami berjalan dengan cepat dan lancar,” ujar Mauli Dina.
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, yang meresmikan RKD, menyatakan pembangunan ini adalah bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Ia berharap, meskipun bersifat darurat, ruang kelas ini dapat membuat perubahan pada proses pembelajaran dan memotivasi siswa.
"Semangat belajar harus tetap terjaga dan tertanam kepada para peserta didik. Untuk itu, hadirnya delapan RKD ini menjadi wujud nyata upaya kami untuk mempercepat proses pemulihan layanan pendidikan dan membangkitkan semangat belajar pascamusibah yang melanda di Kabupaten Bireuen Aceh,” pesan Mu'ti.