Rumah CEO OpenAI Sam Altman Dilempar Molotov, Pelaku Ditangkap

Rumah CEO OpenAI Sam Altman di San Francisco menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh seorang pemuda 20 tahun. Pelaku berhasil ditangkap pihak kepolisian.

Kediaman pribadi Sam Altman, CEO OpenAI, di San Francisco menjadi target serangan bom molotov pada Jumat dini hari waktu setempat. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu gerbang luar rumah. Pihak kepolisian setempat berhasil menangkap seorang pemuda berusia 20 tahun yang diduga sebagai pelaku.

Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) melaporkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 pagi. Tersangka melempar bom molotov ke arah rumah Altman, memicu kebakaran kecil di gerbang, sebelum melarikan diri dengan berjalan kaki, seperti dilansir dari Detik iNET.

Tidak lama setelah insiden di rumah Altman, tersangka yang sama juga diduga mendatangi kantor pusat OpenAI. Di sana, ia melontarkan ancaman untuk membakar gedung tersebut. Juru bicara OpenAI telah mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa tidak ada korban luka akibat serangan tersebut.

SFPD segera bergerak cepat setelah menerima laporan insiden. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi dan panggilan berikutnya terkait ancaman di kantor OpenAI, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pria berusia 20 tahun tersebut. Namun, motif di balik serangan ini belum diungkapkan secara pasti oleh pihak kepolisian.

Insiden pelemparan molotov ini bukan kali pertama bagi OpenAI. Sebelumnya, pada November, markas besar perusahaan sempat dikunci setelah seorang pria mengancam akan mendatangi kantor OpenAI di San Francisco dengan niat 'membunuh orang-orang'. Protes juga kerap terjadi di luar gedung pembuat ChatGPT ini, di wilayah Mission Bay, San Francisco.

Juru bicara OpenAI menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat SFPD. "Kami sangat mengapresiasi respons cepat SFPD dan dukungan dari pemerintah kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami. Pelaku telah ditahan, dan kami sedang membantu pihak penegak hukum dalam penyelidikan mereka," ujarnya setelah serangan tersebut.

Dalam unggahan blog pribadinya, Sam Altman membagikan foto suami dan bayinya, dengan harapan hal tersebut bisa mencegah serangan serupa di masa depan. "Harapannya hal itu dapat mencegah orang lain melemparkan bom molotov ke rumah kami, terlepas dari apa pun pandangan mereka tentang saya," tulis Altman, seperti dikutip dari Detik iNET.

Altman juga menyinggung sebuah artikel provokatif tentang dirinya yang terbit beberapa hari sebelumnya, yang kemungkinan merujuk pada tulisan panjang di New Yorker yang mempertanyakan integritasnya. "Sekarang saya terbangun di tengah malam dan merasa kesal, serta berpikir bahwa saya telah meremehkan kekuatan kata-kata dan narasi. Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk membahas beberapa hal," tambahnya.

"Saya adalah manusia yang penuh kekurangan di tengah situasi yang sangat kompleks, yang berusaha menjadi sedikit lebih baik setiap tahunnya, dan selalu bekerja demi misi kami," tulis Altman dalam blognya. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah OpenAI meneken kontrak kerja sama dengan militer AS, terkait penggunaan AI dalam operasi militer khusus, yang memicu banyak kritik dan kekhawatiran.

Recommended