Nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan pagi hari Kamis, 23 April 2026. Mata uang Garuda sempat menyentuh level terendah di posisi Rp 17.310 per dolar AS sebelum menunjukkan sedikit pergerakan ke angka Rp 17.302 pada pukul 10.15 WIB.
Pelemahan ini berdampak langsung pada harga jual valuta asing di sejumlah perbankan nasional yang mulai menembus angka Rp 17.400. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, kondisi pasar uang hari ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
PT Bank Central Asia Tbk menetapkan harga jual dolar AS sebesar Rp 17.450 untuk layanan counter pada hari ini. Sementara itu, pihak bank mematok harga beli pada posisi Rp 17.150 bagi nasabah yang ingin menjual mata uang AS mereka.
Langkah serupa diambil oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang terpantau menjual dolar AS di kisaran Rp 17.400 melalui layanan counter. Untuk posisi harga beli, bank pelat merah tersebut menetapkan nilai sebesar Rp 17.100.
Pergerakan nilai tukar di beberapa bank lain juga menunjukkan tren yang serupa dengan margin yang bervariasi. Data perbankan per 23 April 2026 mencatat ada institusi yang menetapkan harga jual Rp 17.280 dengan harga beli Rp 17.118.
Selain itu, terdapat pula pencatatan harga jual yang lebih tinggi mencapai Rp 17.340 di lembaga perbankan lainnya. Pada saat yang sama, harga beli terendah di pasar terpantau berada pada level Rp 17.040 per dolar AS.
Situasi ini terus dipantau oleh para pelaku pasar seiring dengan dinamika ekonomi global yang memengaruhi kekuatan mata uang domestik. Fluktuasi harga di level retail perbankan biasanya mengikuti pergerakan nilai tukar di pasar spot yang bersifat real-time.