Nilai tukar rupiah terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (7/5/2026) pagi di tengah fluktuasi pasar uang global. Mata uang Garuda berhasil menekan dominasi dolar AS yang sebelumnya sempat mendekati level tertinggi dalam setahun terakhir.
Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Detik Finance pada Kamis (7/5/2026), posisi dolar AS tercatat berada di level Rp 17.332. Angka ini menunjukkan pelemahan dolar AS sebesar 54,5 poin atau setara dengan 0,31 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pada awal transaksi perdagangan hari ini, mata uang Negeri Paman Sam tersebut dibuka pada level Rp 17.327. Pergerakan ini menjauhkan nilai tukar dari level tertinggi Rp 17.400 yang sempat tersentuh pada periode perdagangan sebelumnya.
Tren penurunan ini melanjutkan kondisi pada Rabu sore kemarin, di mana nilai tukar dolar AS juga ditutup melemah pada level Rp 17.387. Sepanjang pagi ini, dolar diperdagangkan pada rentang harga tertinggi di Rp 17.332 dan menyentuh titik terendah pada Rp 17.318.
Sebagai informasi tambahan, dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, fluktuasi nilai tukar dolar AS berada pada rentang yang cukup lebar. Titik terendah tercatat di level Rp 16.079, sementara level tertinggi sempat mencapai Rp 17.455 beberapa hari lalu.