Tekanan jual dari investor asing kembali terasa kencang di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 16 April 2026. Sejumlah saham besar menjadi sasaran utama aksi net sell asing hari ini, mulai dari saham perbankan papan atas hingga sektor energi. Yang paling terdampak adalah saham BBCA dan BUMI, dua nama yang cukup familiar di radar para pelaku pasar.
Total net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 982,01 miliar. Angka ini menambah akumulasi net sell asing sepanjang tahun 2026 menjadi Rp 38,9 triliun berdasarkan data resmi BEI. Tren ini mencerminkan sikap investor asing yang masih cenderung melepas posisi di pasar saham Indonesia, meski IHSG secara keseluruhan masih mampu bertahan di level yang relatif stabil.
Yang menarik, di tengah tekanan jual asing tersebut, IHSG justru hanya melemah tipis 2,2 poin atau setara 0,03% dan ditutup di level 7.621,3. Artinya, ada kekuatan beli dari investor domestik yang cukup mampu menyerap tekanan asing hari ini. Ini menjadi sinyal bahwa pasar lokal belum sepenuhnya menyerah pada sentimen negatif.
Saham BBCA Jadi Sasaran Terbesar Net Sell Asing
Di pasar reguler, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell terbesar dengan nilai Rp 369 miliar. BBCA memang selalu masuk radar investor asing karena likuiditasnya yang tinggi dan kapitalisasi pasarnya yang besar, sehingga mudah dijadikan instrumen untuk melepas posisi secara masif dalam waktu singkat.
Perbankan Jadi Sektor yang Paling Dihantam
Tidak hanya BBCA, dua saham perbankan lain ikut terkena dampak serupa. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dibanjiri net sell sebesar Rp 302,5 miliar, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami net sell senilai Rp 160,01 miliar.
Ketiga saham ini, BBCA, BBRI, dan BMRI, merupakan tiga bank dengan aset terbesar di Indonesia. Ketiganya juga masuk dalam indeks LQ45 dan IDX30, yang menjadikannya sasaran empuk saat investor asing melakukan rebalancing portofolio atau merespons sentimen global.
Saham BUMI Turut Terdampak
Di luar sektor perbankan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tidak luput dari tekanan jual asing dengan net sell mencapai Rp 128,08 miliar. BUMI merupakan salah satu emiten batu bara terbesar di Indonesia, dan pergerakannya kerap dipengaruhi oleh harga komoditas global serta sentimen terhadap sektor energi fosil.
Satu-Satunya Net Buy Asing yang Menonjol: CUAN
Di tengah derasnya aksi jual, investor asing justru melakukan pembelian bersih pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp 61,1 miliar. Meski nilainya tidak terlalu besar dibanding net sell di saham-saham perbankan, ini menjadi satu-satunya sinyal positif dari sisi asing hari ini.
Kinerja Sektoral: Transportasi dan Kesehatan Pimpin Penguatan
Meski IHSG melemah tipis, tidak semua sektor ikut tertekan. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 3,3%, diikuti sektor kesehatan yang naik 2,3% dan sektor teknologi yang menguat 1,4%.
Sektor perindustrian, barang konsumen non-primer, dan keuangan juga mencatat penguatan masing-masing sebesar 0,9%, 0,1%, dan 0,1%.
Sektor yang Tertekan Hari Ini
Di sisi lain, beberapa sektor mengalami koreksi. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,6%, disusul sektor barang baku turun 0,39%, properti 0,3%, barang konsumen primer 0,2%, dan energi 0,07%.
Lima Saham dengan Kenaikan Terbesar Hari Ini
Meski IHSG bergerak datar, ada sejumlah saham yang justru melesat tajam dalam sehari. Lima saham dengan kenaikan terbesar antara lain:
| Emiten | Kode | Kenaikan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| PT Danasupra Erapacific Tbk | DEFI | +34,4% | Rp 121 |
| PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk | KRYA | +34,3% | Rp 90 |
| PT Green Power Group Tbk | LABA | +34,19% | Rp 157 |
| PT Agro Yasa Lestari Tbk | AYLS | +29,5% | Rp 228 |
| PT Bank Raya Indonesia Tbk | AGRO | +29,2% | Rp 230 |
Kenaikan di atas 29% dalam satu hari tentu menarik perhatian, meski investor perlu mencermati faktor penggeraknya sebelum masuk ke saham-saham dengan volatilitas tinggi seperti ini.
Saham yang Ambruk Hari Ini
Di sisi berlawanan, beberapa saham justru mencatat penurunan signifikan. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) longsor 14,7% ke Rp 191, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) ambles 14,6% ke Rp 99, dan PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) jatuh 14,5% ke Rp 282.
Selain itu, saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) terjungkal 11,7% ke Rp 2.550 dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) terkoreksi 11,1% ke level Rp 715.
Gambaran Pasar Secara Keseluruhan
Dari total saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 385 saham mencatat penguatan, 326 saham melemah, dan 248 saham bergerak stagnan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 18,03 triliun, yang menunjukkan pasar masih cukup aktif meski tekanan asing terasa cukup kuat.
Akumulasi net sell asing sebesar Rp 38,9 triliun sepanjang tahun 2026 menjadi angka yang patut diperhatikan. Tren ini menggambarkan bahwa investor asing masih dalam mode defensif terhadap pasar saham Indonesia, kemungkinan dipengaruhi oleh ketidakpastian global seperti arah suku bunga The Fed, dinamika geopolitik, dan sentimen terhadap pasar berkembang secara umum.