Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan Kamis (26/3), berbalik melemah setelah sempat menguat di awal sesi.
Menurut data RTI Business pukul 10.00 WIB, saham BUMI mengalami penurunan sebesar 2,65% menjadi Rp 220 per lembar. Padahal, sebelumnya saham ini sempat mencapai level Rp 228 per lembar saat pembukaan perdagangan.
Pada awal sesi I, volume perdagangan saham BUMI tercatat sebanyak 1,57 miliar dengan nilai transaksi mencapai Rp 353,34 miliar. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 26.600 kali.
Pada perdagangan sebelumnya, saham BUMI mengalami kenaikan sebesar 9,71% dengan valuasi sebesar Rp 1,11 triliun. Selain itu, tercatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 85,61 miliar.
Secara year-to-date, saham BUMI mengalami koreksi tajam sebesar 39,89%. Tercatat juga tren net foreign sell sepanjang tahun 2026 sebesar Rp 7,63 triliun.
Meskipun demikian, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memprediksi saham BUMI berpotensi menembus level Rp 336 per lembar.
"BUMI Accumulative Buy TP 336," kata Nafan saat dihubungi detikcom, Kamis (26/3).
Selain itu, BNI Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk saham BUMI dengan target harga di kisaran Rp 220 hingga Rp 224 per lembar.
"BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 220-224, cutloss di bawah 220. Target dekat di 230-238," tulis Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam laporannya.