Sam Altman Hadiri Sidang Perdana Gugatan Elon Musk di Oakland

CEO OpenAI Sam Altman menghadiri pemilihan juri sidang gugatan Elon Musk di pengadilan federal Oakland terkait dugaan pelanggaran kontrak nirlaba.

CEO OpenAI Sam Altman dan Presiden Greg Brockman menghadiri hari pertama pemilihan juri di pengadilan federal Oakland, Amerika Serikat, pada Rabu (29/4/2026), untuk menghadapi gugatan hukum dari Elon Musk. Musk menuduh pimpinan OpenAI telah melanggar kesepakatan awal dengan mengubah entitas nirlaba menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan.

Dilansir dari Detik iNET, Hakim Yvonne Gonzalez Rogers memimpin jalannya seleksi juri dan menegaskan bahwa kasus ini berfokus pada persoalan janji serta dugaan pelanggaran kontrak. Hakim memberikan kepastian kepada calon juri bahwa materi persidangan tidak akan terlalu teknis meskipun melibatkan industri kecerdasan buatan (AI).

"Ini hanya kasus tentang janji dan pelanggaran janji, sama sekali tidak akan teknis," kata Yvonne Gonzalez Rogers, Hakim Ketua Sidang. Pernyataan tersebut bertujuan menenangkan puluhan calon juri yang akan menyaring fakta-fakta hukum terkait sengketa dua raksasa teknologi tersebut.

Selama proses seleksi, sejumlah calon juri menyatakan pandangan negatif terhadap kepribadian Elon Musk, namun mereka mengaku tetap bisa bersikap objektif. Beberapa peserta seleksi juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai perkembangan AI, sementara sebagian lainnya merupakan pengguna aktif layanan chatbot ChatGPT milik OpenAI.

Kasus ini memiliki dampak finansial yang signifikan karena OpenAI sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) dengan proyeksi valuasi mencapai USD 1 triliun atau setara Rp 17.261 triliun. Elon Musk menuntut ganti rugi sebesar USD 134 miliar yang rencananya akan dialokasikan kembali ke lembaga nirlaba OpenAI.

Selain tuntutan materiil, Musk mendesak pengadilan untuk membatalkan restrukturisasi OpenAI sebagai entitas profit dan menuntut pencopotan Sam Altman serta Greg Brockman dari jabatan mereka. Pihak Altman membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai langkah hukum Musk didasari oleh ketidakterimaan atas persaingan bisnis.

Recommended