PSSI Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series, Ada Wajah Baru?

PSSI memanggil 41 pemain untuk pemusatan latihan FIFA Series 2026. Mayoritas pemain adalah wajah lama, termasuk Elkan Baggott.

Timnas Indonesia terus berbenah jelang FIFA Series 2026, meskipun PSSI belum berencana menambah pemain naturalisasi dalam waktu dekat. Kebutuhan di beberapa sektor tetap menjadi perhatian.

Menjelang turnamen yang akan berlangsung pada 27-30 Maret tersebut, skuad Garuda dinilai cukup untuk menghadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.

Lini depan Timnas Indonesia menjadi fokus perhatian karena belum ada striker ideal untuk berduet dengan Ole Romeny.

PSSI telah memanggil 41 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di bawah arahan pelatih John Herdman. Kebanyakan pemain yang dipanggil adalah wajah lama, termasuk Elkan Baggott yang kembali mendapat kesempatan setelah absen lebih dari dua tahun.

FIFA Series 2026 akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, turnamen tersebut juga akan diikuti Bulgaria dari zona UEFA, Kepulauan Solomon dari OFC, serta Saint Kitts and Nevis dari CONCACAF.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, mengungkapkan bahwa PSSI sedang mengupayakan tambahan amunisi melalui jalur naturalisasi.

“PSSI sedang mengupayakan untuk menambah amunisi dalam skuad Garuda kita. Kalau bicara menambah amunisi, pasti ini soal yang disebut-sebut belakangan ini bahwa akan ada penambahan pemain diaspora,” ujar Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan.

Ropan mengaku belum mengetahui identitas kedua pemain yang tengah diincar tersebut.

“Jadi ada dua pemain naturalisasi yang sedang dibidik. Nama-namanya belum beredar. Tetapi satu di antaranya sedang diproses, sedang diurus, diupayakan agar dalam beberapa bulan ke depan bisa masuk ke DPR RI,” jelasnya.

Kedua pemain yang tengah dibidik tersebut saat ini berkarier di Eropa.

“Siapa namanya tidak bisa dibocorkan kata PSSI. Yang jelas sekarang mengerucut ke Eropa. Jadi dua nama tadi itu bermain di Eropa,” tambahnya.

Fokus Perkuat Lini Tengah dan Depan

Ropan menilai kebutuhan utama Timnas Indonesia saat ini bukan lagi di sektor pertahanan. Stok pemain belakang sudah cukup banyak, apalagi dengan kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda.

Tambahan pemain melalui program naturalisasi kemungkinan besar akan difokuskan pada lini tengah dan lini depan.

“Kemungkinan besar satu gelandang dan satu striker. Kalau tambah pemain belakang lagi, stok bek kita akan semakin banyak. Apalagi Elkan Baggott sudah dipanggil lagi,” kata Ropan.

Sektor lini tengah juga perlu mendapat perhatian karena beberapa pemain yang ada saat ini sudah memasuki usia matang.

“Nah, di FIFA Series kita tahu Thom Haye tidak bisa bermain. Usianya juga sudah mendekati 30 tahun. Jadi perlu dipersiapkan siapa pemain yang akan mengisi sektor tengah ke depan. Joey Pelupessy juga sudah berusia 30,” ujarnya.

Target Jangka Panjang Timnas Indonesia

Dengan waktu FIFA Series yang sudah semakin dekat, Ropan menilai hampir mustahil proses naturalisasi baru bisa selesai tepat waktu untuk turnamen tersebut.

Program itu kemungkinan baru bisa terealisasi pada FIFA Matchday berikutnya, seperti pada Juni mendatang.

“Di FIFA Series mungkin tidak, karena waktunya terlalu mepet. Itu juga sudah dikatakan oleh salah satu Exco PSSI, Arya Sinulingga, bahwa untuk waktu dekat tidak mungkin,” kata Ropan.

Langkah naturalisasi tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang Timnas Indonesia untuk menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi serta kualifikasi Piala Dunia 2030.

Recommended