Samsung Galaxy Watch6 Prediksi Risiko Pingsan dengan Akurasi 84 Persen

Samsung Galaxy Watch6 mampu mendeteksi risiko pingsan lima menit sebelum kejadian menggunakan algoritma AI dan sensor detak jantung.

Samsung mengumumkan pengembangan fitur baru pada perangkat Galaxy Watch6 yang mampu memprediksi risiko pingsan pengguna lima menit sebelum kehilangan kesadaran pada Senin (11/5/2026). Teknologi ini dirancang untuk memberikan peringatan dini guna mencegah cedera akibat jatuh mendadak.

Inovasi ini merupakan hasil studi klinis kolaboratif dengan Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital di Korea Selatan yang dilansir dari Medcom. Penelitian difokuskan pada penanganan vasovagal syncope (VVS), sebuah kondisi pingsan yang dipicu oleh penurunan mendadak detak jantung dan tekanan darah.

Sistem pemantauan ini bekerja dengan memanfaatkan sensor photoplethysmography (PPG) untuk mengumpulkan data variabilitas detak jantung (HRV). Algoritma kecerdasan buatan (AI) kemudian menganalisis data tersebut untuk mendeteksi pola yang mengarah pada gejala pingsan.

Berdasarkan pengujian terhadap 132 pasien dengan gejala VVS, teknologi ini mencatatkan tingkat akurasi sebesar 84,6 persen. Studi tersebut juga menunjukkan tingkat sensitivitas mencapai 90 persen dan spesifisitas sebesar 64 persen dalam simulasi medis di bawah pengawasan dokter.

"Sistem peringatan dini berpotensi mengurangi risiko cedera sekunder akibat jatuh mendadak, seperti patah tulang atau gegar otak," kata Profesor Junhwan Cho, Departemen Kardiologi Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital.

Samsung mengeklaim pencapaian ini sebagai demonstrasi pertama di dunia pada jam tangan pintar komersial yang memberikan peringatan dini sebelum pingsan. Fitur ini diharapkan memungkinkan pengguna mengambil tindakan preventif seperti segera duduk atau berbaring sebelum kehilangan kesadaran.

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menyatakan komitmennya untuk terus memperluas fitur kesehatan preventif berbasis AI pada lini wearable di masa depan. Pengembangan ini bertujuan mengubah peran perangkat dari sekadar alat pemantau menjadi sistem pencegahan kesehatan real-time.

Recommended