Samsung memperkenalkan teknologi Privacy Display pada perangkat Galaxy S26 Ultra untuk memproteksi privasi pengguna saat berada di area publik pada Kamis (23/4/2026). Fitur berbasis perangkat keras ini membatasi sudut pandang layar sehingga konten hanya terlihat jelas dari sisi depan.
Langkah inovatif ini diambil menyusul hasil riset terhadap 11.000 responden di Eropa yang menunjukkan kerentanan informasi pribadi di ruang terbuka. Dilansir dari Medcom, sebanyak 56 persen responden mengaku pernah melihat layar ponsel orang lain secara tidak sengaja.
Data riset tersebut juga mengungkapkan bahwa 24 persen orang sengaja mengintip layar orang lain karena penasaran. Transportasi umum menjadi lokasi yang paling rawan terhadap fenomena pengintaian layar ini dengan persentase mencapai 57 persen.
Meskipun 48 persen pengguna merasa penggunaan ponsel mereka sudah cukup privat, kenyataannya 52 persen mengakui layar perangkat mudah terlihat orang lain. Informasi sensitif seperti detail perbankan, pesan pribadi, dan foto sering kali terekspos tanpa disadari.
Kekhawatiran akan keamanan data ini berdampak pada perilaku pengguna, di mana 38 persen responden memilih menunda aktivitas tertentu. Mereka cenderung menghindari transaksi perbankan atau memasukkan kata sandi saat merasa sedang diawasi di tempat ramai.
Teknologi Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra mampu meminimalkan visibilitas dari arah samping tanpa merusak kualitas visual bagi pemilik perangkat. Pengguna dapat mengaktifkan proteksi ini secara manual melalui menu pengaturan yang tersedia di ponsel.
Sebagai bentuk perlindungan jangka panjang, Samsung turut menjanjikan dukungan pembaruan keamanan perangkat hingga tujuh tahun. Komitmen ini bertujuan memastikan integritas data pengguna tetap terjaga seiring dengan meningkatnya aktivitas digital di ruang publik.