Samsung terus berupaya mengoptimalkan Galaxy AI untuk memenuhi ekspektasi konsumen di Asia Tenggara. Kawasan ini dipandang sebagai kunci masa depan perusahaan dalam pengembangan teknologi AI.
TM Roh, Chief Executive Officer, President, dan Head of Device eXperience (DX) Division, Samsung Electronics, menyampaikan pandangannya dalam sesi panel di San Francisco, setelah peluncuran Galaxy S Series terbaru. Ia menyoroti potensi besar Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) dalam adopsi inovasi Artificial Intelligence (AI).
Roh menekankan bahwa sembilan dari sepuluh anak muda di Asia Tenggara sudah menggunakan AI di perangkat seluler mereka setiap hari. Hal ini menunjukkan antusiasme dan keterbukaan terhadap kemajuan teknologi di kawasan ini.
Untuk menjawab kebutuhan konsumen, Samsung berfokus pada lokalisasi Galaxy AI melalui tiga pusat Riset dan Pengembangan (R&D) yang berlokasi di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
"Konsumen kami di Asia Tenggara dan Oseania memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap teknologi terbaru," ujar TM Roh.
Galaxy S26 Series, menurut Roh, dirancang untuk menghadirkan performa smartphone paling canggih, meningkatkan pengalaman kamera, dan membantu pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari dengan lebih cepat melalui peningkatan Galaxy AI. Seri ini menandai langkah penting dalam pendekatan agentic AI dari Samsung, yang bertujuan mengurangi upaya pengguna dalam menyelesaikan tugas.
Lebih lanjut, TM Roh mengungkapkan bahwa penjualan Galaxy S25 Series melampaui generasi sebelumnya di kawasan ini, dengan 67% penjualan didominasi oleh Galaxy S25 Ultra. Hal ini mencerminkan permintaan tinggi konsumen terhadap pengalaman smartphone premium.
Galaxy S26 Series akan diluncurkan pada tahap pertama di lima pasar, yaitu Thailand, Australia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Samsung menyampaikan apresiasi atas dukungan dari para konsumen di Asia Tenggara dan Oseania.