Saham Samsung Melonjak Hingga Kapitalisasi Pasar Tembus USD 1 Triliun

Kapitalisasi pasar Samsung Electronics melampaui USD 1 triliun pada Rabu (6/5/2026) setelah sahamnya melonjak 10 persen akibat permintaan cip AI.

Kapitalisasi pasar Samsung Electronics resmi menembus angka USD 1 triliun setelah harga saham perusahaan melonjak lebih dari 10 persen pada Rabu (6/5/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh aksi beli investor yang agresif terhadap saham-saham sektor kecerdasan buatan atau AI.

Pencapaian tersebut menjadikan Samsung sebagai perusahaan Asia kedua yang mencapai nilai pasar USD 1 triliun setelah TSMC asal Taiwan. Dilansir dari Detik iNET melalui CNBC, rekor ini menyusul laporan pendapatan kuartal pertama yang menunjukkan pertumbuhan laba operasional hingga delapan kali lipat.

Laba operasional Samsung tercatat mencapai 57,2 triliun won dengan total pendapatan sebesar 133,9 triliun won pada periode tersebut. Angka laba operasional satu kuartal ini bahkan telah melampaui perolehan laba setahun penuh pada 2025 yang berada di angka 43,6 triliun won.

Reli harga saham juga dipengaruhi oleh kabar mengenai penjajakan kerja sama antara Apple dengan Samsung dan Intel. Berdasarkan laporan Bloomberg, Apple berencana memproduksi cip perangkatnya di Amerika Serikat guna mendiversifikasi rantai pasok agar tidak bergantung sepenuhnya pada TSMC.

Sektor cip memori bandwidth tinggi atau HBM menjadi motor utama profitabilitas perusahaan di tengah persaingan ketat dengan SK Hynix. Meskipun sempat tertinggal, Samsung kini mulai mengejar ketertinggalan melalui pengiriman generasi terbaru teknologi memori kepada pelanggan global.

Samsung menyatakan telah memulai produksi massal cip HBM4 pada Februari lalu sebagai bagian dari strategi menghadapi lonjakan permintaan infrastruktur AI. Teknologi generasi keenam ini dirancang untuk mendukung arsitektur AI Vera Rubin milik Nvidia di pusat data masa depan.

Lembaga analisis Morningstar mencatat bahwa belanja infrastruktur AI yang masif dan keterbatasan kapasitas produksi telah mengerek harga semikonduktor di Korea Selatan. Kondisi pasar yang ketat ini memberikan keuntungan bagi produsen besar seperti Samsung dan SK Hynix yang sahamnya juga ikut menguat 9 persen.

Recommended