Samsung Tingkatkan Investasi R&D untuk AI Global

Samsung meningkatkan investasi R&D hingga USD73 miliar pada 2026 untuk pengembangan chip AI dan semikonduktor canggih.

Samsung Electronics berencana untuk meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan (R&D) secara signifikan. Langkah ini diambil untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama di sektor semikonduktor.

Perusahaan asal Korea Selatan ini akan menginvestasikan sekitar USD73 miliar atau 110 triliun won pada tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk fasilitas produksi dan R&D.

Investasi ini, seperti dikutip dari GSM Arena, adalah strategi Samsung untuk memimpin industri chip berbasis AI yang semakin kompetitif. Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai investasi ini meningkat sekitar 21%, dari KRW90,4 triliun menjadi lebih dari KRW100 triliun.

Fokus utama dari investasi besar ini adalah pengembangan chip AI, termasuk memori canggih yang digunakan dalam pusat data dan sistem komputasi berbasis kecerdasan buatan. Permintaan terhadap chip ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pesat teknologi AI secara global.

Selain itu, Samsung juga berencana melakukan akuisisi dan merger strategis di berbagai sektor masa depan. Sektor-sektor tersebut mencakup robotika, teknologi medis, elektronik otomotif, serta solusi pendingin udara.

Diversifikasi ini mencerminkan ambisi Samsung untuk memperluas ekosistem bisnis berbasis AI. Di sisi infrastruktur, Samsung meningkatkan kapasitas produksi di berbagai fasilitas. Optimalisasi pabrik dilakukan di Pyeongtaek, Korea Selatan, serta pembangunan fasilitas baru di Yongin.

Samsung juga bersiap mengoperasikan pabrik chip di Texas, Amerika Serikat. Pabrik ini ditargetkan mulai produksi massal dalam waktu dekat. Langkah agresif ini menunjukkan upaya Samsung untuk mempertahankan dominasinya sebagai produsen chip memori terbesar di dunia sekaligus mengejar kepemimpinan dalam era baru industri semikonduktor berbasis AI.

Recommended