Pemerintah Gelar Seleksi Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih 2026

Tahapan seleksi manajer KDKMP dan KNMP memasuki tes CAT pada April 2026 sebagai upaya penguatan sumber daya manusia koperasi desa.

Pemerintah menyelenggarakan tahapan seleksi kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada Rabu, 29 April 2026. Ujian ini bertujuan menjaring sumber daya manusia berkualitas untuk mengelola program prioritas Presiden terkait swasembada pangan dan energi.

Proses seleksi kompetensi ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu Tes Potensi Kognitif dan Tes Manajemen. Dilansir dari Medcom, Tes Potensi Kognitif mengukur kemampuan bahasa, hitungan, pengetahuan umum, hingga abstraksi ruang dengan nilai ambang batas sebesar 110 dalam durasi 50 menit.

Pada bagian kedua, pelamar KDKMP wajib mengikuti Tes Manajemen Koperasi, sementara pelamar KNMP menghadapi Tes Manajemen Kelautan dan Perikanan. Setiap instrumen tes terdiri dari 20 butir soal yang dirancang untuk menguji pemahaman teknis mengenai tata kelola lembaga secara transparan dan akuntabel.

Program rekrutmen ini merupakan tindak lanjut dari Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan KDKMP dan Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pembangunan Fisik Gerai. Selain itu, kebijakan ini merujuk pada Inpres Nomor 14 Tahun 2025 yang fokus pada percepatan pembangunan kawasan swasembada nasional.

Manajer yang terpilih nantinya akan bertanggung jawab atas operasional usaha, administrasi keuangan, hingga pemanfaatan sistem digital di masing-masing unit. Pemerintah menekankan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara objektif untuk memastikan keberlanjutan fungsi koperasi di tingkat desa dan kampung nelayan.

Materi ujian manajemen mencakup aspek krusial seperti prinsip demokrasi koperasi, pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), dan pengelolaan ekosistem laut berkelanjutan. Calon manajer KNMP secara khusus diuji mengenai pemahaman ekonomi biru dan strategi distribusi hasil laut guna mencegah kerugian akibat rantai pasok yang tidak efisien.

Recommended