Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjadwalkan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Sekolah Dasar tahun 2026 mulai 2 Januari hingga babak final pada 31 Agustus 2026. Ajang kompetisi sains tahunan ini bertujuan menjaring talenta berprestasi dari seluruh provinsi di Indonesia melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat.
Dilansir dari Medcom, penguasaan materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi salah satu fokus utama bagi peserta didik jenjang sekolah dasar. Cakupan ujian bidang ini meliputi pemahaman mengenai kenampakan alam, pola persebaran wilayah, hingga berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Struktur kompetisi OSN 2026 dibagi menjadi dua mekanisme utama, yaitu babak semifinal yang dilaksanakan secara daring dan babak final secara luring. Pelajar harus melewati empat jenjang seleksi mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.
Berdasarkan data teknis, registrasi peserta dibuka pada 1 hingga 28 Februari 2026 melalui laman resmi bpti.kemendikdasmen.go.id. Pihak sekolah diwajibkan menunjuk koordinator khusus untuk mendampingi serta mendaftarkan siswa yang akan berkompetisi dalam ajang bergengsi ini.
Uji coba seleksi tingkat kabupaten atau kota direncanakan berlangsung pada 5-8 Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan OSN tingkat kota pada 8 Juni 2026. Hasil dari tahap ini akan diumumkan pada 26 Juni 2026 untuk menentukan peserta yang berhak maju ke level provinsi.
Puspresnas menetapkan pelaksanaan OSN tingkat provinsi pada 6 Juli 2026, sementara babak semi final nasional dijadwalkan pada 13 Agustus 2026. Seluruh rangkaian kompetisi bagi jenjang pendidikan dasar ini akan ditutup dengan seleksi tingkat nasional pada akhir Agustus 2026.