Daniel Moreno-Gama Jalani Sidang Atas Serangan ke Kantor OpenAI

Daniel Moreno-Gama menghadapi persidangan di San Francisco atas dugaan serangan bom molotov ke kantor OpenAI dan kediaman CEO Sam Altman.

Daniel Moreno-Gama, pria berusia 20 tahun asal Texas, dijadwalkan menjalani proses hukum di Pengadilan Tinggi San Francisco pada Selasa, 14 April 2026, atas dugaan serangan terhadap kantor OpenAI dan kediaman CEO Sam Altman. Moreno-Gama ditahan setelah tertangkap kamera melakukan aksi pelemparan bom molotov pekan lalu.

Dilansir dari Detik iNET, tim kuasa hukum terdakwa mengklaim bahwa tindakan tersebut dipicu oleh kondisi kesehatan mental yang tidak stabil. Diamond Solange Ward dari tim pembela umum menyatakan bahwa kliennya mengidap autisme dan sedang mengalami krisis kesehatan mental akut saat peristiwa terjadi.

"Tim pembela kami baru saja memulai penyelidikan, dan mulai jelas bahwa tindakan Daniel tampaknya didorong oleh krisis kesehatan mental akut," kata Diamond Solange Ward, Wakil Pembela Umum San Francisco. Ia menambahkan bahwa kasus ini seharusnya dipandang sebagai kejahatan terhadap properti karena tidak ada korban luka.

Moreno-Gama menghadapi serangkaian dakwaan berat, termasuk percobaan pembunuhan, percobaan pembakaran, dan penyulutan alat perusak untuk tujuan pembunuhan. Jaksa federal juga mendakwanya atas kepemilikan senjata api tanpa izin serta upaya penghancuran properti menggunakan bahan peledak.

Jaksa Distrik San Francisco, Brooke Jenkins, menepis klaim gangguan jiwa tersebut dan menegaskan pihaknya tidak menemukan bukti pendukung. Jenkins menyatakan bahwa hukum tetap berlaku sama bagi siapa pun, terlepas dari apakah korbannya adalah seorang miliarder atau warga biasa.

Motif serangan diduga berkaitan dengan kebencian terdakwa terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan rekaman pengawas, Moreno-Gama terlihat merusak area gerbang masuk di lokasi sasaran sebelum akhirnya diringkus oleh pihak berwenang.

Dalam persidangan singkat di hadapan hakim Kenneth Wine, Moreno-Gama yang mengenakan pakaian tahanan oranye menyetujui penundaan jadwal sidang. Hakim memutuskan untuk mengundur kelanjutan persidangan hingga 5 Mei 2026 sesuai dengan permintaan tim pengacara untuk pendalaman kasus.

Recommended