Sebanyak 35.000 siswa sekolah dasar (SD) terdata tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai dilaksanakan secara nasional pada Senin, 20 April 2026. Meskipun angka partisipasi mencapai 98,9 persen, puluhan ribu siswa lainnya absen dari ujian yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 April mendatang.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan data tersebut saat memantau pelaksanaan ujian di SDN Rawabuntu 03, Serpong, Tangerang Selatan. Dilansir dari Medcom, total peserta yang seharusnya mengikuti agenda tahunan ini mencapai 4,4 juta siswa kelas 6 SD.
"98,9 persen (ikut TKA). Kalau ditanya tidak ikut, sekitar 35.000 yang tidak ikut," kata Toni Toharudin, Kepala BKPDM, Senin (20/4/2026). Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam TKA bersifat tidak wajib bagi peserta didik.
Absensi ribuan siswa tersebut dipicu oleh status TKA yang bukan merupakan penentu kelulusan siswa sesuai regulasi yang berlaku. Selain faktor regulasi, kendala teknis pada tingkat satuan pendidikan juga menjadi penyebab utama siswa tidak dapat berpartisipasi dalam ujian tahun ini.
Ketiadaan fasilitas pendukung dan infrastruktur di sejumlah sekolah menjadi hambatan nyata di lapangan. Beberapa sekolah dilaporkan belum memiliki jenjang kelas 6 atau tidak mempunyai sarana prasarana yang memadai untuk menyelenggarakan ujian berbasis standar nasional tersebut.
Materi TKA SD 2026 berfokus pada dua kompetensi inti, yakni Matematika (Numerasi) dan Bahasa Indonesia (Literasi). Setiap mata ujian terdiri dari 30 soal dengan durasi pengerjaan masing-masing selama 75 menit, ditambah sesi survei karakter dan survei lingkungan belajar.
Pelaksanaan ujian dibagi menjadi empat gelombang dengan sistem pengawasan silang yang dipantau langsung oleh Kemendikdasmen melalui konferensi video. Bagi siswa yang berhalangan hadir pada periode utama, pemerintah telah menjadwalkan pelaksanaan ujian susulan pada 11 hingga 17 Mei 2026.