Upaya deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa di sekolah akan ditingkatkan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman gangguan kesehatan jiwa yang dapat mempengaruhi generasi penerus bangsa.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak terkait untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kemendikdasmen untuk melaksanakan skrining atau deteksi dini masalah kesehatan mental pada siswa. Program ini akan membekali guru dengan kemampuan mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental pada siswa.
Lestari menambahkan, pembekalan kemampuan skrining kesehatan mental bagi guru harus segera direalisasikan. Orang tua juga perlu memiliki kemampuan deteksi dini ini.
"Langkah kolaborasi sejumlah pihak terkait untuk mengatasi secara menyeluruh ancaman kesehatan jiwa siswa di sekolah harus mendapat dukungan bersama," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Data Kementerian Kesehatan pada awal tahun 2026 menunjukkan sekitar 5% anak dan remaja Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa, terutama depresi dan kecemasan. Lebih lanjut, 34,9% remaja usia 10-17 tahun berisiko mengalami masalah mental, namun hanya 2,6% yang mendapatkan penanganan profesional.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, guru sebagai garda terdepan perlu memiliki kemampuan mendeteksi masalah kesehatan mental siswa di sekolah. Peran orang tua juga krusial dalam melakukan skrining kesehatan jiwa anak-anak di rumah.
Rerie berharap kolaborasi Kemenkes dan Kemendikdasmen diiringi kesiapan fasilitas kesehatan primer, seperti puskesmas, dalam memberikan layanan kesehatan jiwa. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa oleh fasilitas kesehatan terdekat.
Jangan sampai, tegas Rerie, hasil deteksi dini kesehatan jiwa siswa yang dihasilkan sekolah tidak dapat ditindaklanjuti oleh fasilitas kesehatan terdekat.