Snap Inc PHK 1.000 Karyawan Akibat Efisiensi Teknologi AI

Snap Inc melakukan PHK terhadap 1.000 karyawan atau 16 persen staf pada Jumat (17/4/2026) demi penghematan biaya dan integrasi teknologi AI.

Perusahaan induk Snapchat, Snap Inc., mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan atau 16 persen dari total tenaga kerjanya pada Jumat, 17 April 2026. Langkah restrukturisasi besar-besaran ini diambil perusahaan sebagai bagian dari strategi integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja.

Kebijakan efisiensi ini diprediksi akan mengurangi pengeluaran tahunan perusahaan hingga mencapai USD500 juta atau sekitar £368 juta. Sebagaimana dilansir dari Medcom, pengurangan jumlah staf ini dipicu oleh pergeseran fokus operasional yang kini lebih mengandalkan otomatisasi untuk menangani tugas-tugas repetitif.

CEO Snap Inc., Evan Spiegel, menjelaskan kepada para staf bahwa perusahaan saat ini berada dalam titik balik yang sangat menentukan bagi masa depan bisnis mereka. Spiegel menekankan bahwa penggunaan alat berbasis AI menjadi kunci utama untuk meningkatkan kecepatan kerja sekaligus memangkas beban kerja manual yang berulang.

"Perubahan sebesar ini dan secepat ini tidak pernah mudah dan tidak akan berjalan mulus," kata Evan Spiegel, CEO Snap Inc. dalam memo internal yang ditujukan kepada para karyawannya.

Keputusan ini menandai kali pertama manajemen Snap Inc. secara terbuka mengaitkan adopsi kecerdasan buatan sebagai alasan utama di balik kebijakan pengurangan jumlah pegawai. Sebelumnya, perusahaan juga telah melakukan langkah serupa yang berdampak pada 20 persen tenaga kerja mereka sejak tahun 2022.

PHK pada pertengahan April 2026 ini merupakan gelombang besar ketiga yang menerpa Snap Inc. dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Hingga saat ini, perusahaan terus melakukan penyesuaian internal agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri teknologi global yang semakin bergantung pada AI.

Recommended