CEO Apple Tim Cook mengidentifikasi peluncuran Apple Maps pada tahun 2012 sebagai kesalahan operasional terbesar selama hampir 15 tahun masa kepemimpinannya dalam pertemuan internal perusahaan pada April 2026. Pengakuan ini muncul di tengah persiapan transisi kepemimpinan Apple yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini.
Dilansir dari Detik iNET, Cook mengungkapkan bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh kepercayaan diri perusahaan yang berlebihan terhadap hasil pengujian internal. Saat itu, aplikasi navigasi milik Apple dipenuhi masalah akurasi lokasi dan arah yang tidak tepat bagi pengguna global.
"Produknya belum siap, dan kami mengira sudah cukup baik karena pengujiannya lebih banyak dilakukan secara lokal," ujar Tim Cook, CEO Apple dalam penjelasannya kepada para karyawan.
Insiden tersebut sempat memicu gelombang kritik publik yang memaksa Cook mengeluarkan permintaan maaf resmi secara terbuka. Dampak internal dari kegagalan tersebut juga menyebabkan pengunduran diri Scott Forstall, eksekutif senior yang saat itu bertanggung jawab atas pengembangan sistem operasi iOS.
Selain masalah navigasi, Cook turut merefleksikan beberapa proyek ambisius lain yang tidak sempat menyentuh pasar secara luas. Proyek-proyek tersebut mencakup pengisi daya nirkabel AirPower dan pengembangan kendaraan listrik Apple Car yang resmi dihentikan pada tahun 2024.
Meski mengakui kegagalan masa lalu, Cook menegaskan bahwa Apple Watch merupakan pencapaian yang paling ia banggakan. Ia menilai jam tangan pintar tersebut telah memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat melalui fitur deteksi jatuh dan pemantauan detak jantung.
Pernyataan reflektif ini disampaikan menjelang pengunduran diri Cook dari posisi CEO pada 1 September 2026 mendatang. Posisi strategis tersebut nantinya akan ditempati oleh John Ternus, yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President Hardware Engineering Apple.