Regional Vice President & Managing Director Southeast Asia Snowflake, Satchit Joglekar, memperkenalkan konsep agentic AI melalui Project SnowWork dalam paparan tren teknologi di Jakarta pada Minggu (26/4/2026). Inovasi ini menandai pergeseran peran kecerdasan buatan dari sekadar pemberi analisis menjadi sistem yang mampu mengeksekusi pekerjaan operasional secara mandiri.
Dilansir dari Medcom, teknologi agentic AI memungkinkan sistem menjalankan rangkaian tugas kompleks berdasarkan instruksi bahasa natural dan data yang tersedia. Berbeda dengan AI konvensional yang bersifat reaktif, pendekatan baru ini berfungsi sebagai agen aktif untuk mengolah data hingga menghasilkan output siap pakai.
Satchit Joglekar menjelaskan bahwa kebutuhan perusahaan kini telah berkembang dari sekadar mencari jawaban atas data masa lalu menjadi permintaan untuk pengambilan tindakan nyata. Evolusi ini memungkinkan pengolahan workflow yang biasanya memakan waktu satu minggu menjadi hanya dalam hitungan menit.
"Saya bisa meminta sistem untuk menyiapkan presentasi bisnis, mulai dari mengumpulkan data yang relevan, membuat grafik, hingga menyusun slide," ujar Satchit Joglekar, Regional Vice President & Managing Director Southeast Asia (ASEAN) Snowflake. Ia menambahkan bahwa proses tersebut kini dapat diselesaikan secara instan sebagai rekan kerja digital.
Melalui Project SnowWork, Snowflake menyediakan satu platform terpadu bagi pengguna untuk membuat laporan, menyusun email, hingga membangun aplikasi sederhana. Fasilitas ini ditujukan agar pengguna non-teknis dapat memanfaatkan data secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada tim IT atau data engineer.
Meskipun menawarkan otomasi luas, implementasi ini tetap mengedepankan kontrol keamanan dan tata kelola data yang ketat. Sistem hanya akan menjalankan perintah jika pengguna memiliki izin akses yang sesuai terhadap data yang dibutuhkan guna menghindari pelanggaran regulasi internal perusahaan.
Adopsi agentic AI diproyeksikan tidak menggantikan tenaga kerja manusia di bidang data, melainkan menggeser peran mereka ke arah yang lebih strategis. Tim data akan lebih fokus pada pembangunan sistem, pemastian kualitas informasi, serta penyusunan framework kerja yang lebih bernilai bagi efisiensi bisnis.