Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan S\&P Global akan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil setidaknya untuk dua tahun mendatang. Penegasan ini disampaikan Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026).
Kepastian mengenai stabilitas peringkat investasi tersebut diperoleh Purbaya setelah melakukan pertemuan langsung dengan jajaran pimpinan S\&P Global di New York, Amerika Serikat. Dilansir dari Detik Finance, jaminan ini menepis kekhawatiran mengenai penurunan penilaian terhadap ketahanan ekonomi nasional.
"Itu artinya selama dua tahun ke depan, rating peringkat kamu nggak akan berubah," ungkap Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menirukan penjelasan dari pihak S\&P saat ditemui awak media. Purbaya mengaku sempat terkejut namun menyambut positif komitmen lembaga internasional tersebut.
Purbaya juga mengklarifikasi isu mengenai adanya ancaman perubahan peringkat kredit pada Juni mendatang. Ia menjelaskan bahwa perwakilan S\&P memang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada bulan tersebut, namun agenda utamanya adalah diskusi rutin mengenai konsistensi kebijakan ekonomi.
Pertemuan Juni nanti bertujuan untuk memantau apakah implementasi kebijakan yang telah dipaparkan pemerintah berjalan sesuai rencana. Menkeu menegaskan bahwa kunjungan itu bukan dilakukan dalam rangka pembaruan atau penurunan status kredit sebagaimana isu yang beredar.
Selain jaminan peringkat, S\&P juga disebut telah mengoreksi pandangan awal mereka mengenai kerentanan utang Indonesia di wilayah Asia Tenggara. Hal ini terjadi setelah pemerintah memaparkan data pendukung yang lebih komprehensif mengenai kondisi fundamental ekonomi di balik layar.
Pemerintah mengklaim keberhasilan meyakinkan lembaga pemeringkat internasional ini didorong oleh cara penyampaian yang transparan dan didukung data makroekonomi yang jelas. Delegasi S\&P Global pun direncanakan akan melanjutkan komunikasi intensif dengan otoritas keuangan Indonesia untuk memantau stabilitas fiskal.