Perusahaan antariksa SpaceX mengumumkan penunjukan miliarder kripto kelahiran China, Chun Wang, untuk memimpin misi pribadi terbang melintas planet Mars menggunakan roket Starship V3. Pengumuman proyek prestisius bentukan Elon Musk ini disampaikan dalam siaran langsung rencana peluncuran yang disiarkan pada Sabtu (22/5/2026).
Informasi mengenai proyek eksplorasi antariksa komersial tersebut dilansir dari Detik iNET. Pengumuman resmi dari SpaceX ditayangkan melalui rekaman video yang dibuat sebelum jadwal uji coba peluncuran roket Starship V3 dilakukan.
"Jadi ini akan menjadi misi flyby Mars" kata Wang dalam pengumuman yang direkam lebih dulu yang ditayangkan saat siaran langsung percobaan peluncuran Starship V3 yang dibatalkan, seperti dikutip dari Space.com, Sabtu (22/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wang saat dirinya tengah melakukan pembicaraan dengan perwakilan SpaceX, Dan Huot. Dialog tersebut dilakukan dari wilayah terpencil di Pulau Bouvet yang terletak di Samudera Atlantik Selatan.
"Banyak orang membicarakan Mars. Kami menyukai Mars, kami akan mendarat di Mars. Kami akan membangun kota di Mars. Tapi mari kita mulai dengan flyby," imbuhnya.
Hingga saat ini, pihak manajemen SpaceX masih belum merilis jadwal resmi keberangkatan maupun daftar kru tambahan yang akan mendampingi penerbangan tersebut. Roket Starship yang dipersiapkan sebagai armada utama tercatat belum pernah melakukan penerbangan menuju orbit Bumi maupun membawa astronaut.
"Ini bisa dibilang salah satu pulau terpencil di dunia," kata Wang.
Meskipun durasi total perjalanan pulang-pergi menuju Planet Merah akan memakan waktu yang sangat lama, durasi penerbangan lintasnya sendiri diperkirakan hanya memakan waktu singkat. Pengusaha sektor digital ini mengaku tidak mengkhawatirkan rasa bosan selama berada di dalam kapsul luar angkasa.
"Ini sebenarnya sesuai dengan gaya saya. Saya dapat menatap peta di pesawat dari lepas landas hingga mendarat, jadi saya rasa akan menikmati perjalanan ini," ucap Wang.
Sebelum terpilih dalam proyek ini, pengusaha tersebut sudah memiliki pengalaman berlayar di antariksa melalui misi Fram2 pada tahun 2025 menggunakan wahana SpaceX Crew Dragon. Misi penjelajahan terbarunya kali ini direncanakan meluncur lebih jauh hingga melewati orbit Bulan.
"Meskipun itu hanya flyby, misi ini akan mencoba banyak hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya," ujar Wang.