Spyware Morpheus Incar Akun WhatsApp Pengguna Android di 20 Negara

Spyware Morpheus asal Italia dilaporkan mampu mengambil alih akun WhatsApp dengan memanfaatkan celah keamanan pada sistem operasi Android.

Spyware Morpheus dilaporkan mulai mengancam pengguna ponsel berbasis Android di lebih dari 20 negara pada Minggu (3/5/2026) dengan modus pengambilan alih akun WhatsApp. Perangkat lunak berbahaya ini bekerja secara terarah dengan memanfaatkan celah pada sistem keamanan perangkat.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa Morpheus merupakan alat intai yang diduga berasal dari Italia. Perangkat lunak ini umumnya digunakan oleh lembaga penegak hukum maupun instansi intelijen untuk memantau target tertentu secara spesifik.

Dilansir dari Detik iNET, instalasi spyware ini terjadi saat ponsel kehilangan akses data seluler. Pengguna kemudian dipancing untuk mengunduh berkas APK yang menyamar sebagai pembaruan sistem atau perbaikan jaringan melalui teknik side loading di luar toko aplikasi resmi.

"Morpheus membutuhkan kondisi khusus, biasanya saat ponsel kehilangan akses data. Korban kemudian dipancing untuk melakukan update, padahal itu adalah spyware," ujar Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan Siber Vaksincom.

Setelah terpasang, Morpheus mengeksploitasi fitur Accessibility Permission untuk memantau aktivitas layar dan membaca konten aplikasi. Akses tersebut memungkinkan pelaku menautkan perangkat baru ke akun WhatsApp korban tanpa disadari oleh pemilik sah ponsel tersebut.

Meskipun memiliki efektivitas tinggi, Morpheus dikategorikan sebagai spyware berbiaya rendah karena masih memerlukan interaksi pengguna untuk instalasi. Hal ini berbeda dengan spyware kelas atas seperti Pegasus yang menggunakan teknik serangan tanpa klik (zero-click attack).

Serangan ini bersifat sangat terarah atau highly targeted sehingga tidak menyasar pengguna umum secara massal. Target utama dari penggunaan Morpheus biasanya mencakup individu dengan profil risiko tinggi seperti jurnalis, aktivis, politisi, atau pihak yang berkepentingan dengan aparat.

Untuk mencegah infeksi, pengguna diimbau menonaktifkan fitur instalasi aplikasi dari sumber tidak dikenal dan mengaktifkan verifikasi dua langkah. Selain itu, pengecekan rutin pada daftar perangkat tertaut di aplikasi WhatsApp menjadi langkah preventif yang sangat disarankan.

Recommended