Cremonese berjuang menghindari zona degradasi Liga Italia Serie A 2025/2026 setelah tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara hingga pekan ke-33 yang berlangsung pada April 2026.
Klub yang diperkuat kiper asal Indonesia, Emil Audero, tersebut tercatat baru mengemas satu kemenangan dalam 19 pertandingan terakhir di kompetisi domestik sebagaimana dilansir dari Bola.
Statistik menunjukkan performa tim yang merosot tajam dengan catatan 13 kekalahan dan lima hasil imbang, serta hanya mampu memproduksi delapan gol dalam rangkaian laga tersebut.
Meski kolektifitas tim menurun, Emil Audero tampil menonjol dengan membukukan 94 penyelamatan dari 21 penampilan yang menjadikannya kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak di liga saat ini.
Kondisi klasemen saat ini menempatkan Cremonese pada posisi rawan karena memiliki poin 28, jumlah yang sama dengan koleksi poin Lecce yang berada di peringkat ke-18 atau batas atas zona merah.
Berdasarkan regulasi Serie A, penentuan tim yang terdegradasi tidak lagi menggunakan selisih gol jika terdapat dua tim dengan poin identik di akhir musim, melainkan melalui mekanisme playoff.
Format playoff degradasi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua leg kandang dan tandang, dengan ketentuan adu penalti langsung jika skor agregat tetap imbang setelah 180 menit tanpa babak tambahan.
"Kita berada di titik musim di mana kita harus berhati-hati. Itu tidak berarti kita memulai dengan kekalahan; apa pun bisa terjadi dalam sepak bola," kata Marco Giampaolo, Pelatih Cremonese.
Cremonese dijadwalkan menghadapi laga berat melawan Napoli pada Sabtu (25/4/2026) dini hari WIB, sebelum melanjutkan sisa musim melawan Lazio, Pisa, Udinese, dan Como.