Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Bertahan 18,1 Hari pada 7 April 2026

BPH Migas memastikan stok BBM nasional aman, Pertalite tersedia untuk 18,1 hari, sementara Pertamax dan Solar juga dalam kondisi terkendali per 7 April 2026.

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia dilaporkan dalam kondisi aman, menurut Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Data terbaru yang dipaparkan pada 7 April 2026 menunjukkan bahwa cadangan BBM nasional mencukupi kebutuhan masyarakat, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa stok Pertalite (RON 90) mencapai 1.517.805 kiloliter, cukup untuk 18,1 hari. “Jenis untuk RON 90 atau Pertalite itu sebesar 18,1 coverage day yang saat ini juga statusnya sangat aman,” jelas Anas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR pada Rabu (8/4/2026).

Sementara itu, cadangan Pertamax (RON 92) tercatat sebanyak 382.284 kiloliter, mampu bertahan selama 22,1 hari. Untuk Pertamax Turbo (RON 98), stoknya mencapai 38.698 kiloliter, cukup untuk 46,5 hari. Kondisi ini mengindikasikan bahwa distribusi dan layanan BBM bensin kepada masyarakat berjalan lancar.

Sektor gasoil atau solar juga menunjukkan ketahanan stok yang baik. Cadangan Solar CN48 tersedia untuk 16,5 hari, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok yang cukup untuk 64,5 hari. Anas menambahkan bahwa pergerakan stok BBM jenis gasoil dan gasolin sangat dinamis karena kebutuhan konsumen.

“Kondisi stok BBM yang khusus untuk gasoil dan gasolin ini memang pergerakannya sangat dinamis karena kebutuhan masyarakat, serta untuk keseimbangan stok yang terjaga, kami sudah konfirmasi dengan Pertamina Grup bahwasannya kilang, tetap produksi normal, tidak ada kegiatan-kegiatan maintenance, sehingga posisi fluktuatif ini terus terjaga dengan baik dan kondisinya memang sangat aman,” ungkapnya.

Selain itu, Wahyudi Anas juga melaporkan bahwa cadangan bahan bakar pesawat atau avtur berada di posisi yang stabil, yaitu untuk 28,1 hari. Ia menyimpulkan bahwa ketahanan stok BBM secara keseluruhan di tingkat nasional berada dalam kondisi yang sangat aman.

Laporan BPH Migas juga mencakup realisasi penyaluran BBM. Penyaluran solar, yang termasuk dalam Jenis BBM Tertentu (JBT), pada triwulan pertama tahun 2026 telah mencapai sekitar 4,5 juta kiloliter (KL) dari total kuota nasional 18,6 juta KL.

Untuk Pertalite, yang dikategorikan sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JPKP), realisasi penyalurannya mencapai 6,88 juta KL. Angka ini setara dengan 23,52% dari total kuota nasional sebesar 29,26 juta KL. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyaluran BBM hingga tahun 2026 masih terkontrol dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Recommended