Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (27/2/2026), menunjukkan daya tahan yang cukup solid meskipun bergerak tipis. Di tengah fluktuasi pasar global, minat investor mancanegara terhadap pasar modal Indonesia justru terlihat menguat pada sektor-sektor strategis, terutama komoditas dan energi terbarukan. Fenomena ini memberikan sinyal positif bagi kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi nasional di tengah transisi energi yang kian masif.
Pergerakan arus modal masuk ini mencerminkan optimisme investor luar negeri terhadap prospek emiten besar yang memiliki eksposur kuat pada rantai pasok global. Sebagaimana dikutip dari investor.id 28/2/2026, indeks ditutup menguat tipis 0,22 poin atau sekitar 0,0% ke level 8.235,4. Meskipun penguatan angka indeks terlihat stagnan, aktivitas transaksi di balik layar justru sangat dinamis dengan total nilai perdagangan yang menembus angka Rp 38,2 triliun, menandakan likuiditas pasar yang masih sangat cair.
Dominasi aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing kali ini terpusat pada deretan saham tambang mineral dan raksasa teknologi. Ketertarikan asing pada aset berisiko di Indonesia dipicu oleh stabilnya nilai tukar serta ekspektasi pertumbuhan kinerja emiten pada kuartal pertama tahun ini. Bagi para pelaku pasar domestik, mencermati kemana arah uang asing mengalir bisa menjadi kompas penting untuk menentukan strategi investasi dalam beberapa hari ke depan sebelum memasuki awal bulan Maret.
Bedah Sektor Pilihan Asing: Logam dan Mineral Masih Jadi Primadona
Melihat data perdagangan terbaru, sektor mineral logam tampak menjadi "darling" bagi para pemodal internasional. Hal ini tidak terlepas dari posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem baterai kendaraan listrik dunia. Saham-saham seperti INCO dan ANTM memimpin barisan dengan nilai transaksi yang cukup signifikan.
Dominasi PT Vale Indonesia (INCO) dan Antam (ANTM)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menempati urutan teratas sebagai saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp 144,3 miliar. Posisi kedua disusul oleh PT Antam Tbk (ANTM) dengan net buy senilai Rp 82 miliar. Fokus asing pada kedua emiten ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh stabilitas harga nikel dunia dan progres proyek smelter yang terus berjalan.
Kejutan dari Sektor Media dan Hiburan
Menariknya, di luar sektor komoditas, saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) merangsek ke posisi tiga besar dengan catatan beli bersih sebesar Rp 66,7 miliar. Masuknya saham industri kreatif ke dalam radar asing menunjukkan adanya diversifikasi portofolio yang tidak lagi hanya terpaku pada sektor perbankan konvensional atau energi semata.
Daftar 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar
Berikut adalah rincian 10 emiten yang mencatatkan transaksi beli bersih tertinggi oleh investor asing pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026:
-
PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp 144,3 miliar
-
PT Antam Tbk (ANTM): Rp 82 miliar
-
PT MD Entertainment Tbk (FILM): Rp 66,7 miliar
-
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Rp 59,1 miliar
-
PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp 56 miliar
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 48,1 miliar
-
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp 47,1 miliar
-
PT Astra International Tbk (ASII): Rp 46,8 miliar
-
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 45,6 miliar
-
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp 38 miliar
Analisis Kondisi Pasar dan Outlook IHSG ke Depan
Kenaikan IHSG yang tertahan di level 8.235 mencerminkan sikap hati-hati pasar (wait and see) menjelang rilis data inflasi dan kebijakan moneter terbaru. Namun, partisipasi publik yang tinggi terlihat dari volume perdagangan yang menyentuh 45,8 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,49 juta kali.
Sentimen Positif dari Sektor Energi Terbarukan
Masuknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke dalam daftar sepuluh besar mempertegas bahwa narasi Green Economy masih memiliki daya tarik kuat. Investor asing cenderung mengamankan posisi pada saham-saham yang memiliki komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) tinggi sebagai bagian dari mandat investasi global mereka.
Performa Saham Teknologi dan Otomotif
GOTO dan ASII juga tetap bertahan dalam jajaran saham pilihan. Meskipun persaingan di industri teknologi dan otomotif semakin ketat, daya serap pasar domestik yang besar menjadikan Indonesia tetap sebagai destinasi investasi yang menjanjikan bagi pengelola dana global.
Mengapa Pergerakan Asing Penting Bagi Investor Ritel?
Aksi beli bersih asing seringkali dianggap sebagai indikator kepercayaan terhadap ekonomi makro sebuah negara. Secara historis, akumulasi saham oleh pihak asing dalam jangka waktu tertentu cenderung diikuti oleh kenaikan harga saham tersebut karena berkurangnya suplai di pasar reguler. Oleh karena itu, memantau pergerakan modal asing di Bursa Efek Indonesia tetap menjadi salah satu parameter utama bagi investor dalam mengambil keputusan beli atau jual.