Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menanggung tambahan biaya penerbangan haji sebesar Rp 1,77 triliun guna melindungi jemaah dari kenaikan tarif tiket pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang dipicu oleh eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menjelaskan bahwa kenaikan harga tiket ini diminta oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Finance, permintaan perubahan harga tersebut muncul secara mendadak dalam sepuluh hari terakhir menjelang jadwal keberangkatan jemaah.
Keputusan untuk tidak membebankan biaya tambahan kepada masyarakat merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berkomitmen agar beban fiskal akibat kenaikan operasional penerbangan sepenuhnya diserap oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Penambahan ini jangan dibebankan kepada jemaah. Ini komitmen presiden ke jemaah haji," ujar Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah, saat memberikan keterangan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat.
Kebutuhan dana tambahan sebesar Rp 1,77 triliun tersebut muncul di tengah kondisi persiapan teknis ibadah haji yang sebenarnya sudah memasuki tahap akhir. Kenaikan harga avtur yang signifikan memaksa kedua maskapai penyedia layanan penerbangan haji untuk menyesuaikan struktur biaya mereka guna menjaga kelangsungan operasional.
Terkait mekanisme pencairan dana, Kementerian Haji dan Umrah saat ini tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan. Fokus utama koordinasi tersebut adalah menyusun landasan hukum yang kuat agar alokasi APBN dapat digunakan secara sah untuk menutup selisih biaya tiket tersebut.
Meskipun pos anggaran spesifik yang akan digunakan belum dirinci secara mendetail, Irfan menjamin bahwa ketersediaan dana telah dipastikan aman. Pemerintah menargetkan aturan pendukung pencairan anggaran ini dapat segera rampung dalam waktu dekat sebelum operasional penerbangan haji dimulai pada akhir bulan depan.