Suntikan Dana Rp 200 Triliun Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa menyatakan suntikan dana Rp 200 triliun ke bank BUMN mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pertumbuhan uang primer 14,2%.

Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa mengungkapkan bahwa injeksi dana sebesar Rp 200 triliun kepada bank-bank BUMN telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,2% di masyarakat. Angka ini, menurut Purbaya, berperan penting dalam menjaga momentum positif pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Laporan ini disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3/2026).

"Seperti waktu dulu kan saya inject uang Rp 200 triliun dan lebih, nah sekarang uangnya masih di sana, saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Uang base money, uang primer, di bulan Februari itu tumbuh 14,2%, Pak. Jadi ini udah cukup memberi, meminyaki pertumbuhan ekonomi," terang Purbaya dalam paparannya.

Selain pertumbuhan uang primer, Purbaya juga menyoroti pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 10% pada bulan Januari. Ia optimis bahwa angka ini akan semakin meningkat pada data bulan Februari.

Dana pihak ketiga (DPK) di perbankan juga mengalami pertumbuhan sebesar 13,5%. Purbaya menilai bahwa angka-angka ini menunjukkan perkembangan ekonomi yang sehat.

"Kita lihat kredit di bulan Januari udah tumbuh 10%, saya yakin angka bulan Februari akan lebih cepat lagi. DPK juga tumbuh 13,5%. Ini semua angka yang cukup sehat Pak," ujar Purbaya.

Recommended