Tata Cara Salat Idulfitri Lengkap: Niat hingga Khutbah

Panduan lengkap salat Idulfitri: mulai dari niat, jumlah takbir, hingga mendengarkan khutbah. Ibadah sunnah muakkadah yang penuh berkah.

Salat Idulfitri menjadi puncak rangkaian ibadah di bulan Ramadan. Sebagai ibadah sunnah muakkadah, salat ini adalah kesempatan meraih pahala di Hari Raya.

Momen Idulfitri selalu diwarnai jemaah yang memenuhi saf salat dengan pakaian terbaik. Oleh karena itu, menjaga kualitas ibadah dengan mengikuti tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi penting.

Salat ied yang hanya dilakukan setahun sekali, terkadang membuat sebagian orang lupa detail kecil seperti jumlah takbir. Berikut adalah panduan tata cara salat Idulfitri:

Mengutip laman zakat.or.id, Idulfitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 Masehi atau 2 Hijriah. Momen ini menjadi hadiah setelah kemenangan dalam Perang Badar pada 17 Ramadan.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW merayakan momen tersebut dalam kondisi lelah pascaperang, bahkan sempat bersandar pada pundak Bilal bin Rabah sebelum memulai khutbah. Beliau berpesan bahwa Idulfitri adalah simbol kemenangan melawan hawa nafsu.

Jumlah Rakaat Salat Idulfitri

Salat Idulfitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara sempurna tanpa qashar. Hal ini ditegaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab Juz V, hal. 18 yang mengutip perkataan Sayyidina Umar RA bahwa salat Idulfitri dua rakaat adalah ketetapan langsung melalui lisan Nabi Muhammad SAW.

Berbeda dengan salat Jumat, pada hari raya Idulfitri, rangkaian ibadah dimulai dengan salat berjamaah terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan penyampaian khutbah oleh khatib di hadapan jemaah.

Tata Cara Salat Idulfitri

Melansir laman NU Online, berikut tata cara pelaksanaan salat Idulfitri:

1. Niat Salat Idulfitri

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Berikut bacaannya:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak’ataini ma’muman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat shalat sunah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Takbir 7 Kali di Rakaat Pertama

Setelah doa iftitah, disunnahkan takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir, bacalah kalimat tasbih berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allâhu akbar kabiran, wal hamdulillahi katsiran, wa subhanallahi bukratan wa ashila.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Setelah takbir ketujuh, jemaah membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan Surah Al-A’la, kemudian ruku dan sujud seperti salat biasa hingga berdiri lagi.

3. Takbir 5 Kali di Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, setelah takbir berdiri (takbir intiqal), disunnahkan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu, baca Surah Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surah Al-Ghasyiyah, lalu lanjut hingga salam.

4. Mendengarkan Khutbah

Selesai salam, jemaah dianjurkan untuk tetap duduk tenang mendengarkan khutbah Idulfitri yang disampaikan oleh khatib sebelum meninggalkan tempat salat.

Demikian panduan lengkap tata cara, niat, hingga sejarah pelaksanaan salat Idulfitri. Selamat merayakan Idulfitri 1447 H!

Recommended