Telkom Indonesia Respons Investigasi SEC Amerika Serikat

PT Telkom Indonesia menanggapi investigasi SEC Amerika Serikat terkait warisan masalah lama periode 2014-2021 yang kini sedang dibereskan.

PT Telkom Indonesia memberikan tanggapan resmi mengenai proses investigasi yang dilakukan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat. Masalah yang menjadi objek pemeriksaan tersebut merupakan persoalan lama yang berpotensi mendatangkan sanksi bagi perusahaan.

Dikutip dari Detik iNET, perkara yang sedang ditangani oleh otoritas bursa Amerika Serikat ini bukan merupakan kasus baru, melainkan akumulasi persoalan dari periode tahun 2014 hingga 2021.

"Ini bukan masalah baru tapi masalah lama yang terjadi 2014-2021, jadi sudah lama sekali. Kenapa sekarang dibereskan, karena baru di-highlight SEC," kata Dirut PT Telkom Indonesia, Dian Siswarini dalam paparan TLKM 30: Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Transformasi Strategis di Kantor Telkom, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pemeriksaan oleh SEC sejatinya telah berjalan sejak Oktober 2023 dengan mencakup lebih dari 140 transaksi yang melibatkan Telkom. Dian Siswarini memastikan bahwa langkah provisi telah dilakukan pada tahun berjalan saat transaksi terjadi.

Kebijakan pencadangan tersebut membuat kasus ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi kas maupun performa operasional Telkom pada saat ini. Pihak manajemen kini fokus untuk memberikan penjelasan secara kooperatif kepada SEC terkait status transaksi non-cash tersebut.

"Apa ada sanksi? Kemungkinan ada tapi tentu kita akan coba jelaskan kepada SEC. Ini tuh non-cash dan sudah provisi, jadi sanksi bisa diringankan," imbuhnya.

Langkah Pembenahan Tata Kelola Perusahaan

Sebagai bentuk evaluasi menyeluruh dari hasil temuan ini, Telkom melakukan pembenahan besar-besaran dalam sistem tata kelola perusahaan. Struktur organisasi baru dibentuk demi memperkuat fungsi pengawasan internal.

Langkah konkret yang diambil manajemen meliputi pembentukan Direktorat Legal & Compliance serta pengangkatan Chief Integrity Officer. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dalam setiap aktivitas korporasi.

"Yang penting kita lebih disiplin dalam business operation, lebih transparan dan clean," pungkasnya.

Recommended