Tentara Israel Ditahan karena Diduga Bocorkan Iron Dome ke Iran

Seorang tentara reservis Israel ditahan karena dicurigai membocorkan informasi rahasia sistem pertahanan udara Iron Dome ke intelijen Iran.

Seorang tentara cadangan Israel ditahan atas tuduhan membocorkan informasi rahasia mengenai sistem pertahanan udara Iron Dome kepada badan intelijen Iran, menurut pernyataan pihak berwenang.

Kepolisian Israel dan badan keamanan Shin Bet (Shabak) menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa tersangka, yang bertugas di unit militer yang bertanggung jawab atas sistem pertahanan udara, ditangkap atas tuduhan melakukan spionase untuk kepentingan Iran.

Tentara yang diidentifikasi sebagai Roz Cohen (26 tahun) itu ditahan setelah penyelidikan rahasia, seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Otoritas berwenang menuturkan bahwa Cohen telah menjalin kontak dengan intelijen Iran selama beberapa bulan dan diduga memberikan informasi sensitif mengenai sistem Iron Dome. Rincian lebih lanjut mengenai penyelidikan dan dugaan kebocoran intelijen akan diumumkan ke publik.

Sistem Iron Dome memainkan peran penting dalam mencegat serangan balasan dari Iran setelah serangan yang diluncurkan oleh Israel dan AS pada 28 Februari. Walau demikian, beberapa serangan Iran berhasil menembus Iron Dome.

Jaringan pertahanan Israel terdiri dari sistem Iron Dome yang dirancang untuk mencegat roket jarak pendek, David's Sling untuk ancaman jarak menengah, dan sistem pertahanan rudal Arrow untuk jarak jauh.

Diimplementasikan sejak 2011, Kementerian Pertahanan Israel mengklaim bahwa tingkat keberhasilan Iron Dome dalam mencegat rudal mencapai 90%. Awalnya, Iron Dome dikembangkan sendiri oleh perusahaan Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries.

Namun sejak 2022, Amerika Serikat turut mendanai dan berbagi teknologi. Saat ini, beberapa komponen Iron Dome diproduksi di AS. Biaya satu kali peluncuran misil berkisar antara USD 40 ribu hingga USD 50 ribu.

Sistem ini bekerja dengan mendeteksi roket yang datang menggunakan radar dan mengirimkan informasi ke sistem kontrol senjata. Sistem tersebut melakukan kalkulasi rumit untuk menentukan trayektori, kecepatan, dan perkiraan target roket.

Jika roket tersebut mengarah ke daerah padat penduduk atau lokasi strategis, Iron Dome akan meluncurkan misil Tamir untuk menghancurkannya di udara.

Iron Dome dirancang khusus untuk menangkis roket jarak pendek seperti yang digunakan oleh Hamas dan kelompok lain di sekitar Israel. Iron Dome akan menghadapi lawan berat berupa rudal jarak menengah, jarak jauh, dan rudal hipersonik.

Untuk melawan rudal jarak menengah dan jarak jauh, Iron Dome dibantu oleh David's Sling, Arrow 2, dan Arrow 3. Israel juga menggunakan rudal Patriot dari Amerika Serikat dengan jangkauan 160 km.

Iron Dome juga akan kewalahan jika terus-menerus dibanjiri oleh rudal, termasuk bom klaster atau munisi tandan Iran yang menyebarkan banyak bom kecil. Sebagian bom kecil Iran itu lolos dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di pihak Israel.

Recommended