Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyerahkan ijazah sarjana terapan kepada orang tua almarhum Abdul Rohid dalam upacara Wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Minggu, 19 April 2026. Penyerahan dokumen kelulusan tersebut merupakan bentuk penghormatan bagi mahasiswa yang wafat saat menjalani tugas pengabdian negara.
Abdul Rohid merupakan anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang ditugaskan untuk melakukan pemetaan potensi ekonomi di Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah. Sebagaimana dilansir dari Medcom, mahasiswa program studi Teknologi Rekayasa Instrumentasi ini meninggal dunia akibat penurunan kondisi kesehatan saat menjalankan misi tersebut.
Dedikasi almarhum terlihat dari keputusannya menunda prosesi wisuda yang seharusnya dilaksanakan pada September 2025 demi menyelesaikan tugas di lapangan. Di Grha Sepuluh Nopember, orang tua almarhum, Abdul Ghofur dan Jumaika, menerima ijazah tersebut didampingi Rektor ITS, Bambang Pramujati.
"Almarhum Abdul Rohid tidak hanya menyelesaikan studi namun ia telah menyelesaikan tugas hidupnya sebagai anak yang berbakti, manusia yang berguna, dan patriot bagi bangsanya," kata Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Transmigrasi.
Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi berkomitmen memberikan beasiswa penuh kepada adik almarhum, Aprilia Nur Intan Saputri, hingga menyelesaikan jenjang SMK. Pihak kampus ITS juga menyatakan kesiapan memberikan pendampingan pendidikan hingga tingkat sarjana bagi adik almarhum sebagai bentuk apresiasi atas jasa kakaknya.
Abdul Rohid tercatat sebagai mahasiswa berprestasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58 dan menyandang predikat Cumlaude. Selain prestasi akademik, almarhum meninggalkan warisan berupa prototipe Smart Air Purifier and Humidifier yang diserahkan pihak keluarga kepada pihak universitas sebagai karya tugas akhirnya.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Prof Dr Ir Aulia Siti Aisjah MT, menegaskan bahwa ITS akan memastikan amanah almarhum untuk menyekolahkan adiknya hingga perguruan tinggi dapat terwujud. Gelar Sarjana Terapan Teknik (STrT) kini resmi disematkan kepada almarhum sebagai pengakuan atas selesainya masa studi tepat waktu selama delapan semester.